Banyuwangi (ANTARA) - Injourney Airports Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, memberikan pelatihan kepada puluhan pelaku pariwisata dalam upaya peningkatan kapasitas mereka serta penguatan kompetensi di bidang layanan dan keramahtamahan.
Dalam keterangannya di Banyuwangi, Rabu, kegiatan pelatihan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan CSR) melalui program Injourney Hospitality House (IHH) 2025 ini dilaksanakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, selama tiga hari (25-27 November).
General Manajer Bandara Banyuwangi Mohamad Holik Muardi mengatakan program IHH merupakan wujud komitmen Injourney Group dalam mendorong peningkatan kualitas layanan dan keramahtamahan masyarakat, terutama yang bergerak dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Program ini tidak hanya merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tapi juga hasil kolaborasi yang bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan," katanya.
Pelatihan layanan dan keramahtamahan bagi pelaku pariwisata dengan tema "Menghadirkan Keramahtamahan Khas Indonesia untuk Dunia" ini, lanjut Mohamad Holik, bertujuan untuk menghadirkan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Khususnya pada sektor UMKM dan komunitas desa agar mampu mengoptimalkan potensi daerah dan memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya tarik destinasi.
Mohamad Holik menyebutkan, sebanyak 60 orang pelaku pariwisata di Desa Adat Kemiren akan mengikuti program IHH 2025 selama tiga hari, dan peserta mendapatkan pembekalan keterampilan dan standar pelayanan unggulan di bidang keramahtamahan.
"Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat," katanya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Ainur Rofiq menyambut baik inisiatif yang dilakukan Injourney Airports dalam peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
"Peningkatan kompetensi SDM lokal sebagai faktor penentu dalam menciptakan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta memperkuat daya saing destinasi," katanya.
Menurut Rofiq, dengan hadirnya Injourney Hospitality House (IHH) diharapkan masyarakat Banyuwangi dapat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pariwisata, sehingga dapat berkontribusi terhadap kemajuan sektor pariwisata daerah.
