Nganjuk (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Nganjuk, Jawa Timur, menahan terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di indekos kawasan Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Kabupaten Nganjuk.
Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso mengemukakan anggota telah menangkap satu terduga. Ia juga mengapresiasi kecepatan tim di lapangan dalam mengungkap kasus ini dan menangkap terduga pelaku.
“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Alhamdulillah dalam waktu singkat terduga pelaku sudah berhasil diamankan di rumahnya. Pemeriksaan masih berlangsung, dan kami memastikan seluruh proses berjalan profesional serta humanis,” katanya di Nganjuk, Rabu.
Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menambahkan pelaku yang ditangkap adalah DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Ia ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan berarti.
Ia mengatakan, saat ini terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif utama dari aksi yang dilakukan.
Polisi juga menelusuri hubungan antara terduga pelaku dengan korban. Namun, dari keterangan sementara ada masalah sakit hati.
“Motif awal yang kami dapatkan mengarah pada sakit hati. Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi, dan memperjelas hubungan antara terduga pelaku dan para korban," kata dia.
Kasus tersebut terjadi pada Selasa (25/11) malam di indekos kawasan Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Nganjuk. Temuan kasus itu berawal dari laporan warga tentang adanya dugaan penganiayaan disertai pembakaran.
Anggota yang mendapatkan laporan itu langsung ke lokasi kejadian. Petugas mendapati tiga korban dalam kejadian itu.
Saat dilakukan pengecekan, dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk.
Korban adalah ibu dan anak. Korban meninggal adalah seorang ibu berinisial EN (41) serta anaknya EJ (22). Sedangkan yang masih hidup adalah ED (18). Mereka warga Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Korban juga langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses perawatan lebih lanjut. Kondisi anak kedua korban masih perawatan intensif akibat luka yang dialaminya.
Kasus tersebut juga sempat viral di media sosial. Di ruangan indekos tempat korban tinggal mengalami kebakaran.
Saat ini, ruangan tersebut juga sudah dilakukan steril dengan pemasangan garis polisi. Mereka yang tidak berkepentingan dilarang masuk.
Sementara itu, hingga kini dari polisi pun belum memberikan pernyataan terkait dengan motif dari terduga pelaku yang tega melukai para korban, bahkan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Terkait dengan kondisi korban selamat, Sukaca menambahkan masih dalam penanganan intensif oleh tim medis dari rumah sakit.
"Korban selamat saat ini dalam penanganan intensif tenaga medis," kata Sukaca.
Polres Nganjuk, kata dia, juga menegaskan komitmennya menangani kasus ini secara tuntas, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
