Surabaya (ANTARA) - Chef asal Finlandia Muaadh mengaku terkesima melihat jejak kuat kuliner Indonesia di Arab Saudi, yang kini menjadi bagian keseharian masyarakat setempat berkat peran komunitas Indonesia serta momentum Haji dan Umrah.
“Ada keluarga yang menikmatinya seminggu sekali, sementara yang lain memastikan menyajikannya dua hingga tiga kali dalam sebulan. Keterikatan antara masyarakat Saudi dan kuliner Indonesia begitu memukau, sebuah perpaduan indah antara dua budaya rasa yang mencintai bumbu kuat dan aroma rempah yang berani,” ujarnya dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan kuliner Indonesia mulai dikenal luas di Arab Saudi melalui warga Indonesia, baik penduduk maupun pekerja migran, serta jamaah Haji dan Umrah yang membawa hidangan khas seperti rendang, nasi goreng, sate, bakso, dan mi goreng.
Yang membuatnya semakin menarik, kata dia, adalah sentuhan rasa lokal yang diberikan sejumlah chef Saudi, diperkaya nuansa Maroko dan cita rasa khas Timur Tengah sehingga hidangan Indonesia kian mudah diterima masyarakat setempat.
Sebagai seorang chef, Muaadh menilai perpaduan tersebut menunjukkan keajaiban kuliner global ketika suatu masakan menyerap sentuhan lokal tanpa kehilangan akar budayanya.
Menurut dia, adaptasi yang dilakukan chef Saudi antara lain penggunaan beras panjang khas Arab, tambahan rempah seperti jintan dan kapulaga, serta penyesuaian tingkat kepedasan agar sesuai selera setempat.
“Penyesuaian tingkat kepedasan agar lebih sesuai selera lokal. Hasilnya adalah sebuah hidangan yang tetap berjiwa Indonesia, namun membawa kelembutan dan kehangatan rasa Saudi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa perpaduan ini terasa makin bermakna pada musim Haji, ketika bahan makanan dari Indonesia menempuh ribuan kilometer untuk menyajikan cita rasa kampung halaman bagi jutaan jamaah.
“Inilah bukti bahwa makanan adalah bahasa universal yang menyatukan manusia melampaui batas negara dan budaya,” katanya.
Pengalamannya bekerja di berbagai dapur internasional membuat Muaadh melihat bahwa kuliner Indonesia dan Saudi sama-sama menjunjung nilai keramahan, kemurahan hati, dan kebersamaan dalam menikmati hidangan.
“Maka tidak mengherankan jika keduanya berpadu begitu harmonis, hingga hidangan Indonesia kini menjadi bagian dari kekayaan kuliner Saudi,” katanya.
Chef Finlandia kagumi jejak kuliner Indonesia di Arab Saudi
Senin, 24 November 2025 17:27 WIB
Chef asal Finlandia Muaadh. (ANTARA/HO)
Keterikatan antara masyarakat Saudi dan kuliner Indonesia begitu memukau
