Sidoarjo (ANTARA) - Universitas Airlangga memberikan pendampingan transformasi teknologi inovatif kepada peternak bebek petelur di Desa Kebonsari, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Salah satu dosen pendamping Prof. Dr. Ir. Sri Hidanah, MS dalam keterangannya di Sidoarjo, Senin mengatakan program ini memanfaatkan teknologi fermentasi pakan berbahan baku lokal dan nano ekstrak meniran guna meningkatkan produktivitas dan kesehatan bebek petelur, sekaligus mendorong kemandirian peternak lokal.
"Para peternak yang rata-rata memelihara 500 hingga 1.500 ekor bebek menghadapi tantangan rendahnya produksi telur, tingginya keretakan telur, serta efisiensi pakan yang kurang optimal," katanya.
Selain itu, kata dia, tingginya biaya pakan pabrik dan pemasaran telur secara konvensional menjadi kendala dalam meningkatkan margin keuntungan.
Pendampingan itu, dipandu oleh para dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Ekonomidan Bisnis Universitas Airlangga, dengan melibatkan kelompok ternak Bebek Sumber Pangan dan BUMDes Trampil Sejahtera sebagai mitra utama.
Program inovasi ini, lanjutnya, mengenalkan teknologi fermentasi pakan yang menggunakan limbah dengan cara mengubah limbah lokal seperti kepala udang, kulit kupang, hingga sisa makanan menjadi pakan ternak yang kaya protein dan omega-3.
Ia mengatakan, dengan tambahan ekstrak nano meniran, bebek petelur bisa berkembang lebih produktif. Inovasi pakan fermentasi ini juga diharapkan bisa diaplikasikan di Kampung Bebek Kebonsari sebagai teknologi pakan yang akan meningkatkan kualitas telur bebek.
"Penerapan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan Hen-Day Production (HDP) dari 72 persen menjadi 80 persen, menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR) dari 3.2 menjadi 2.9, serta mengurangi tingkat keretakan telur di bawah 5 persen," katanya.
Pernyataan senada juga disampaikan salah satu dosen lainnya Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes yang memaparkan program transformasi teknologi berkelanjutan yang menuntut komitmen kuat dari peternak.
Tim dari Universitas Airlangga juga memperkenalkan bantuan alat mesin pellet berkapasitas besar, pendampingan pembuatan pakan fermentasi, serta pemberian probiotik dan ekstrak nano meniran.
"Kelompok ternak Bebek Sumber Pangan mendapat dukungan berupa mesin pellet pakan berkapasitas 500 kg per hari, yang menggantikan proses manual yang sebelumnya terbatas," katanya.
Ia mengatakan, program yang dilakukan secara bertahap ini diharapkan menjadikan peternak di Desa Kebonsari sebagai produsen pakan mandiri dan memperkuat posisi desa sebagai penghasil bebek petelur unggulan di Kabupaten Sidoarjo.
"Upaya ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan produksi pangan, dan pertumbuhan ekonomi yang layak di tingkat desa," katanya.
