Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, memastikan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), salah satunya di tempat ibadah dan juga penguatan di pos-pos pantau ruas jalan utama.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Selasa, mengatakan penjagaan ketat di rumah ibadah dan penguatan pos-pos pantau di ruas jalan utama menjadi fokus utama untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga.
Ia menjelaskan persiapan Nataru akan mengikuti standar yang tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi.
"Kami sudah menyiapkan, seperti Natal-Natal tahun sebelumnya, bagaimana kami nanti juga akan memberikan penjagaan di sejumlah rumah ibadah di Kota Surabaya, karena kita tetap harus waspada," katanya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan langkah-langkah pengamanan di rumah ibadah yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah bergerak bersama dengan pengurus gereja-gereja yang ada di Surabaya untuk memastikan keamanan.
"Kami juga akan melakukan pengecekan menyeluruh terkait keamanan sebelum jemaat memasuki gereja," ujar dia.
Selain pengamanan rumah ibadah, lanjut dia, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengamanan di area publik dan ruas jalan untuk memastikan kenyamanan warga dan wisatawan yang ingin menghabiskan momen Nataru di Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan fokus pengamanan di ruas jalan ditujukan untuk menciptakan suasana yang nyaman di Kota Surabaya, yang secara tidak langsung mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pengamanan ketat difokuskan pada 54 ruas jalan utama. Kami juga akan melakukan pengamanan 24 jam di titik-titik tertentu," ujarnya.
Menurutnya, pengamanan Nataru di Kota Surabaya akan dilakukan secara bersinergi bersama Forkopimda.
"Pos-pos bersama atau pos pantau, seperti yang berada di depan Balai Pemuda akan diperbaiki dan diperkuat, jadi kita lakukan secara bersama-sama," ujarnya.
