PBB (ANTARA/AFP) - Mali hari Rabu meminta Dewan Keamanan PBB segera menempatkan pasukan internasional untuk menghadapi militan garis keras dan pemberontak yang menguasai wilayah utara negara itu. Prancis sedang mempersiapkan sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan aksi militer internasional dan berharap resolusi itu disahkan bulan ini. Namun, PBB masih mempersoalkan pasukan itu dan siapa yang akan membayar beaya operasionalnya. Sementara pemerintah Mali dan utusan-utusan Afrika serta PBB masih mengupayakan perundingan politik dengan militan garis keras dan pemberontak Tuareg, persiapan bagi intervensi militer terus dilakukan. Menurut sejumlah pejabat, operasi itu mungkin diluncurkan mulai September tahun depan. "Delegasi saya ingin menekankan mendesaknya penempatan pasukan internasional ini," kata Traore Rokiatou Guikine, Menteri Integrasi Afrika Mali, pada pertemuan DK PBB mengenai krisis itu. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026