Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggandeng PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) untuk pemanfaatan flay ash dan bottom ash (Faba) atau residu pembakaran batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan kesepakatan bersama antara Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Presiden Direktur PT POMI Sugiyanto di Kantor POMI Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin.
"Karena Faba bukan lagi kategori non-B3 (bahan berbahaya dan beracun), maka pemanfaatannya cukup luas dan bisa untuk campuran paving, urukan jalan dan tujuan pemanfaatan lainnya, ini yang akan kami kerja samakan," kata Presiden Direktur PT POMI Sugiyanto.
PT POMI yang mengoperasikan PLTU Paiton Unit 3 dan Unit 7&8 Paiton Energy itu, lanjutnya, juga menyiapkan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) berbasis community development yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Menurut Sugiyanto, CSR terbaik adalah memberdayakan masyarakat, di mana masyarakat tidak hanya sekadar menjadi objek tapi subjek dan secara umum CSR itu hanya sebagai objek namun diubah dengan memberdayakan masyarakat.
"Kami punya tanggung jawab sosial, terutama terkait dengan lingkungan dan masyarakat. Menurut saya CSR terbaik adalah memberdayakan masyarakat, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut baik kerja sama itu dan berharap CSR PT POMI dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberdayakan masyarakat Situbondo.
"Yang kami butuhkan adalah kerja sama dengan semua pihak, kami harap POMI bergerak berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyaluran CSR di Situbondo," ujarnya.
Rio menyampaikan, Pemkab Situbondo dan PT POMI serta perwakilan masyarakat harus duduk bersama untuk membuat desain besar menentukan arah dana CSR yang tepat bagi pemberdayaan masyarakat Situbondo.
