Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim terus menggenjot pemasangan patok tanah menuju percepatan pendaftaran tanah dengan mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas).
Kepala Kanwil BPN Jatim Asep Heri, Senin mengatakan pihaknya menargetkan terpasang 1.814.786 unit patok yang tersebar di 25 kabupaten meliputi 193 Kecamatan dan menjangkau 622 desa atau di seluruh Jawa Timur.
"Kegiatan yang dipusatkan di Desa Mojotengah, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ini sekaligus menjadi langkah awal pembentukan desa binaan untuk mewujudkan visi Jawa Timur menuju lengkap," kata Kakanwil dalam keterangannya di Surabaya.
Ia mengemukakan, gerakan ini adalah wujud nyata BPN Jatim dalam menginisiasi langkah awal memberikan edukasi dan literasi berkaitan dengan pertanahan hingga tingkat pemerintahan paling bawah.
"Selain itu, gerakan ini merupakan wujud yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Ia mengatakan, dengan mengusung tagline "Dari Jatim Hebat untuk Indonesia", Desa Binaan ini diarahkan menjadi model integratif pelaksanaan seluruh program strategis nasional percepatan pendaftaran tanah.
"Gerakan ini merupakan pra, karena memasang patok adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas BPN. Ini adalah fondasi kepastian hukum bagi masyarakat," tuturnya.
Gerakan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan aparat desa, memastikan batas-batas tanah diidentifikasi dan diakui sebelum proses pengukuran dimulai.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiasi BPN Jatim ini.
“Kabupaten Gresik sangat mendukung, karena kepastian hukum tanah adalah kunci investasi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Gemapatas ini, rakyat diajak langsung untuk aktif memasang patok," tuturnya.
Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo membacakan sambutan Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan gerakan ini merupakan menunjukkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk menyukseskan program pertanahan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju.
"Kegiatan ini sejalan dengan pemberdayaan desa binaan, dimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat sejalan dengan harmonis. Kami akan mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk menjaga patok tanda batas. Mari jadikan Gemapatas sebuah gerakan yang tidak berhenti disini, namun menjadikan pedoman bahwa pentingnya patok dalam kepastian hukum," katanya.
Desa Binaan ini akan menjadi miniatur pelaksanaan program-program unggulan, meliputi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Redistribusi Tanah dan Konsolidasi Tanah, Penataan Lintas Sektor (Lintor), Pensertipikatan aset vital seperti BMN/BMD (Barang Milik Negara/Daerah) dan tanah Wakaf.
Dalam kegiatan ini juga diserahkan 16 sertifikat kepada perwakilan organisasi masyarakat keagamaan dan pemerintah daerah.
