Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 14 relawan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak siswa SMK Negeri 43 Jakarta untuk berjuang dengan ilmu pengetahuan, integritas, dan semangat melayani melalui kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Salah satu relawan Kemenkeu Wahyu Adi Setyo Wibowo, di Jakarta melalui keterangan tertulisnya mengatakan, peringatan Hari Pahlawan membawa pesan abadi bahwa kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mengisinya dengan karya, pengabdian, dan integritas bagi generasi muda.
Arsiparis Ahli Muda Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan tersebut menjelaskan bahwa Kemenkeu Mengajar merupakan gerakan kerelawanan yang telah berlangsung sejak 2016 dan kini memasuki tahun ke-10, telah menjangkau lebih dari 70.000 siswa di 327 sekolah di seluruh Indonesia dengan melibatkan lebih dari 6.000 relawan.
"Seluruh kegiatan Kemenkeu Mengajar dilakukan secara sukarela tanpa menggunakan APBN, melainkan murni atas dasar kepedulian, rasa cinta tanah air, dan semangat gotong royong dari para pegawai Kementerian Keuangan yang tersebar di seluruh Indonesia," ucapnya.
Kegiatan tahun ini mengusung tema "Mengenal Uang Kita, Menjaga Masa Depan" yang mengajak generasi muda memahami bahwa APBN adalah uang rakyat yang dikelola negara demi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, mencakup pembiayaan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pangan, energi, dan perlindungan sosial.
Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah yang dikelola dengan baik adalah investasi untuk masa depan bangsa, sehingga mengenal APBN sejak dini berarti belajar mencintai dan menjaga masa depan negeri bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Ia mengajak para siswa untuk meneladani semangat para pahlawan dengan cara yang relevan di masa kini, yakni berjuang dengan ilmu, integritas, dan semangat melayani, bukan lagi dengan senjata seperti yang dilakukan pahlawan terdahulu dalam merebut kemerdekaan.
"Generasi muda harus menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mencintai bangsanya melalui pengabdian di bidang masing-masing, sebagaimana semangat kepahlawanan yang diwariskan oleh para pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ujar Adi yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta.
Para relawan yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai unit kerja antara lain Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kanwil DJP Jakarta Selatan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, serta mahasiswa PKN STAN yang turut berbagi pengalaman.
Kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 di SMK Negeri 43 Jakarta tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga menjadi refleksi makna perjuangan di era modern bahwa pengabdian bisa dilakukan melalui pendidikan, semangat belajar, dan ketulusan berbagi kepada sesama.
