Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi delapan dekade pengabdian Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang menjadi garda tangguh penjaga kedaulatan dan pertahanan maritim Indonesia.
“Kita semua bersyukur karena Jawa Timur menjadi salah satu pusat kekuatan TNI Angkatan Laut. Dan di dalamnya tentu ada pasukan Marinir, yang siap menjaga kedaulatan bangsa kita,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis dengan garis pantai mencapai lebih dari 3.500 kilometer, serta Indonesia berada di antara dua samudra besar. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan pertahanan maritim yang kokoh.
Dalam konteks ini, Korps Marinir menjadi simbol kekuatan yang sekaligus membanggakan rakyat Indonesia.
“Kita punya 3.500 kilometer garis pantai, diapit dua samudra, maka kita harus punya pasukan yang kuat untuk menjaga kedaulatan laut kita," katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan kekuatan pertahanan merupakan fondasi penting hadirnya perdamaian.
Menurutnya, perdamaian hanya dapat tercapai jika suatu negara memiliki kekuatan yang mampu mencegah ancaman maupun eskalasi konflik.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan selamat dan rasa bangga atas kiprah Korps Marinir yang selama delapan dekade setia menjaga kedaulatan Indonesia. Ia berharap Marinir terus berjaya dan menjadi kekuatan tangguh menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Mewakili masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan selamat kepada seluruh prajurit Marinir yang hari ini memperingati ulang tahun ke-80. Sejak Indonesia merdeka, Marinir selalu berada di garis depan menjaga kedaulatan negeri ini. Semoga Marinir Indonesia terus berjaya dan menjadi penjaga kedaulatan yang tangguh di darat, laut, dan udara,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ikut merayakan HUT ke-80 Korps Marinir dengan turun langsung memasak dan membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat yang hadir di lokasi acara.
Kegiatan ini menjadi simbol solidaritas dan kepedulian sosial, sekaligus wujud nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mewujudkan program prioritas nasional seperti MBG.
Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil serta Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Juniato juga membagikan paket sembako kepada para pedagang dan masyarakat sekitar. Paket susu, biskuit, dan mainan turut diberikan kepada anak-anak.
Suasana perayaan Indonesian Marines Day di Surabaya semakin semarak dengan aksi terjun payung spektakuler dari ketinggian sekitar 6.000 kaki oleh prajurit Marinir TNI AL.
Para penerjun profesional itu membentuk formasi indah sebelum mendarat tepat di depan Gedung Negara Grahadi.
Selain atraksi udara, sejumlah kendaraan taktis (rantis) juga dipamerkan di area sekitar lokasi acara.
Kehadiran rantis tersebut menarik perhatian masyarakat, sekaligus memberi kesempatan pengunjung menikmati momen lebih dekat dengan alat utama sistem senjata (alutsista) kebanggaan Korps Marinir.
Dalam kegiatan tersebut, Danpasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Juniato, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, para kepala perangkat daerah Pemprov Jatim, ratusan prajurit Marinir, serta masyarakat umum melebur jadi satu sebagai simbol menyatunya TNI dan rakyat.
