Surabaya (ANTARA) - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mengoperasikan Dermaga Berlian Timur (BT05) demi memperkuat efisiensi layanan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Direktur Utama TTL David Pandapotan Sirait berharap pengoperasian Dermaga Berlian Timur yang selanjutnya dikelola oleh Terminal Petikemas Berlian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus peti kemas.
"Terutama dalam menghadapi lonjakan aktivitas bongkar muat menjelang periode Natal dan Tahun Baru," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Senin.
David menjelaskan kegiatan bongkar muat di Dermaga Berlian Timur sementara menggunakan Harbour Mobile Crane (HMC).
"Sembari menunggu kedatangan dua unit Container Crane atau CC dengan panjang rel 140 meter hasil relokasi dari Terminal Petikemas Surabaya yang direncanakan tiba pada Februari 2026 demi peningkatan kapasitas bongkar muat secara signifikan," ujarnya.
David memastikan desain dermaga telah dirancang fleksibel agar dapat mengakomodasi alat bongkar muat jenis HMC maupun CC.
"Struktur dermaga aman digunakan untuk operasi HMC dengan beban sebesar 460 ton. Jauh di bawah kapasitas maksimal dermaga yang dirancang untuk menahan beban Container Crane hingga 1.300 ton," ucapnya.
