Surabaya (ANTARA) - Ketua Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso menyebut retret sebagai upaya penguatan soliditas, solidaritas kader untuk mengawal kebijakan pemerintah dan menguatkan perolehan kursi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
"Retret juga untuk merapatkan barisan dalam mensukseskan program Presiden Prabowo dan meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat," ujarnya melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.
Sebelumnya, ratusan kader Gerindra Surabaya dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) menggelar retret di Ubaya Training Centre (UTC) Trawas Mojokerto.
Partai Gerindra berakar pada cita-cita luhur bangsa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila.
“Cita-cita kemerdekaan hanya dapat dicapai dengan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa serta membangun kehidupan yang seimbang, baik lahir maupun batin, dengan berlandaskan Pancasila,” katanya.
Ia menambahkan, para pendiri Partai Gerindra menyadari pentingnya mewujudkan kemandirian bangsa melalui pembangunan sistem ekonomi kerakyatan.
Cahyo juga menegaskan bahwa sejak kemerdekaan, bangsa Indonesia masih berjuang melawan kemiskinan dan ketidakadilan. Karena itu, Partai Gerindra hadir untuk memberikan amal bakti bagi negara dan rakyat.
Ia mengajak seluruh kader meneladani prinsip Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yakni menjadi “patriot pejuang politik” yang membawa harapan dan kebaikan bagi masyarakat.
Ketua Gerindra Surabaya sebut retret sebagai penguat soliditas kader
Senin, 10 November 2025 15:21 WIB
Ketua Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso saat memberikan pidato pada retreat yang diikuti seluruh kader dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Ubaya Training Centre (UTC) Trawas Mojokerto, beberapa waktu lalu. (ANTARA/ HO - Gerindra Surabaya)
Retret juga untuk merapatkan barisan dalam mensukseskan program Presiden Prabowo dan meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
