Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memastikan sistem peringatan dini bencana banjir (early warning system/EWS) berfungsi normal dan bisa diandalkan menghadapi musim hujan akhir tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun di Ponorogo, Jumat, mengatakan pihaknya telah memeriksa tiga unit EWS yang tersebar di Sungai Tempuran, Sungai Gendol, dan Sungai Grenteng.
Berdasarkan hasil pengecekan, ketiganya memerlukan penggantian aki atau baterai karena mulai melemah.
"Dari hasil pemeriksaan, kondisi aki memang sudah menurun sehingga alat menjadi kurang responsif dalam membaca ketinggian air. Kami langsung jadwalkan penggantian agar sistem tetap berjalan normal," ujar dia.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan aki yang melemah dapat berdampak pada kecepatan sistem dalam mengirimkan sinyal peringatan dini ke pusat pemantauan.
Jika tidak segera diganti, kata dia, perangkat bisa rusak dan gagal memberikan peringatan saat terjadi kenaikan debit air.
"Fungsi EWS ini sangat penting, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Dengan alat ini, informasi peringatan dini bisa diterima lebih cepat sehingga masyarakat dapat melakukan langkah penyelamatan diri," kata dia.
Ia mengatakan BPBD akan terus memantau kondisi EWS selama musim hujan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan tanda-tanda kerusakan alat tersebut di lapangan.
"Mitigasi dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. Kami pastikan seluruh peralatan siap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem," kata dia.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025