Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyampaikan ungkapan duka cita kepada pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al Khoziny KH Abdussalam Mujib dan 2-3 rumah duka santri asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya mushalla di pondok itu.
"Maturnuwun (terima kasih) atas doa dan dukungannya, semoga kita semua bisa sabar dan mengambil pelajaran atas takdir-NYA," ujar Kiai Abdussalam Mujib saat menerima rombongan PWNU Jatim yang dipimpin Wakil Ketua Tanfidziyah Mustain di Sidoarjo.
Kiai Mustain yang mantan Ketua LWPNU Jatim 2013-2024 dalam keterangannya di Sidoarjo, Rabu, menyampaikan salam duka cita dari Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) yang saat ini berada di luar negeri sekaligus menyerahkan dukungan PWNU Jatim sebagai kepedulian kepada pondok.
"Atas harapan Kiai Kikin, kami juga mohon izin untuk langsung menyampaikan ungkapan duka cita kepada 2-3 santri Al Khoziny asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya mushalla itu," katanya.
Dalam kunjungan ke lokasi musibah itu, dia yang didampingi sejumlah Wakil Sekretaris PWNU Jatim di antaranya DR Ir HM Koderi dan HM Taufik Mukti itu menyempatkan untuk meninjau lokasi mushalla yang ambruk.
Setelah itu, perwakilan tim PWNU Jatim mengunjungi rumah duka, di antaranya rumah duka almarhum Maulana Alfan Ibrahim di Kalianyar Kulon IX/5, Pabean Cantikan, Kota Surabaya dan rumah duka almarhum Mochammad Mashudulhaq di Dukuh Pakis, Kota Surabaya.
Sebelumnya Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf juga telah menyampaikan duka ke lokasi musibah, lalu Gus Yahya memerintahkan LAZISNU untuk membantu dan melakukan "assesment" kebutuhan penanganan bencana di Pondok Al Khoziny.
"Atas perintah langsung Ketum PBNU ini, Ketua LAZISNU Jatim HA Afif Amrullah langsung melakukan asessment, sekaligus penggalangan dana membantu para korban serta penanganan pasca bencana di Al Khoziny," kata Sekretaris LAZISNU Jatim, Mochamad Rofi'i Boenawi.
LAZISNU Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu pesantren dan santri yang sedang mengalami musibah tersebut, agar para santri tetap menjaga semangatnya menempuh pendidikan pesantren.
"Hingga Selasa (30/9) sore, donasi LAZISNU Jatim mencapai enam jutaan," kata Rofi'i.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025