Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan bantuan tandon air di desa terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan, guna membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau saat ini.

"Bantuan tandon dari Pemprov Jatim kepada warga Pamekasan sebanyak 50 unit tandon berukuran 1.200 liter," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi di Pamekasan, Selasa.

Bantuan ini, sambung dia, dimaksudkan untuk penampungan air bersih yang menjadi sasaran bantuan distribusi air oleh BPBD Pemkab Pamekasan.

"Jadi, dengan bantuan tandon air ini, maka distribusi bantuan air bersih ke desa sasaran terdampak kekeringan bisa lebih banyak dan mampu menampung kebutuhan air bersih warga hingga berhari-hari," katanya.

Dhofir menjelaskan selama ini warga menampung bantuan bersih yang disalurkan Pemkab Pamekasan dengan menggunakan jeriken dan terpal.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Pemkab Pamekasan, daerah terdampak kekeringan atau kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini tersebar di 11 kecamatan dari total 13 kecamatan yang ada di wilayah itu.

Ke 13 kecamatan itu meliputi, Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Galis, Proppo, Palengaan, Pegantenan, Larangan, Kadur, Waru, Batumarmar, dan Kecamatan Pasean.

Dari sebelas kecamatan itu, total jumlah total desa yang mengalami kekeringan sebanyak 76 desa, sama dengan data tahun 2024 dengan jenis kekeringan berupa kering langka dan kering kritis.

Kering langka merupakan jenis kekeringan dimana masyarakat membutuhkan jarak antara 0,5 kilometer hingga 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Sedangkan kering kritis terjadi apabila jarak tempuh untuk mendapatkan air bersih lebih dari 3 kilometer.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025