Madiun - Sejumlah petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, panen raya kedelai hitam varietas unggul yang bisa diandalkan produksinya pada musim kemarau. "Kedelai hitam varietas unggul tersebut adalah varietas Detam 1 dan Detam 2 yang telah dibudidayakan Kelompok Tani Kedung Rejeki di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Pilangkenceng," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian Dr Hasil Sembiring saat menghadiri acara Panen dan Gelar Teknologi Kedelai Hitam di desa itu, Sabtu. Panen raya ini dihadiriBupati Madiun Muhtarom, pejabat daerah setempat, dan pejabat dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian. "Varietas kedelai hitam Detam 1 dan Detam 2 dinilai memiliki umur genjah dan bernilai ekonomis. Jenis ini lebih toleran terhadap kekeringan dan hama, serta dapat meningkatkan indeks pertanaman," ujar Sembiring. Menurut dia, kedelai hitam varietas Detam 1 dan Detam 2 memiliki zat antosianin yang penting sebagai antioksidan. Kedua varietas kedelai hitam ini juga cocok dikembangkan sebagai bahan baku kecap. Kedelai ini kemampuan produksi dari hasil panennya mencapai 3,45 ton per hektare. "Varietas palawija ini merupakan hasil penelitian panjang dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional," kata Sembiring. Selain kedelai hitam, pada lahan petani seluas 3,8 hektare tersebut juga ditanami kacang hijau varietas Vima 1. Varietas ini mampu berproduksi baik meski berada dalam kondisi kekeringan panjang. Yakni hanya butuh tiga kali pengairan selama masa tanam 55 hari. Bupati Madiun Muhtarom menyatakan sangat mendukung pembudidayaan palawija varietas unggul di wilayahnya. Sebab, Kecamatan Pilangkenceng merupakan wilayah rawan kekeringan selama musim kemarau berlangsung. "Wilayah Pilangkenceng sejak bulan Maret hanya sedikit mendapat curahan air hujan. Karena itu, tidak salah jika komoditas palawija dikembangkan untuk memperbaiki pola tanam saat musim kemarau di wilayah tersebut," ujar Bupati. Ia berharap, upaya pengenalan dan pembudiyaan kedelai hitam serta kacang hijau varietas unggul ini bisa memotivasi petani Kabupaten Madiun untuk menanam palawija saat musim kemarau berlangsung. Sehingga risiko puso bisa ditekan. Usai melakukan panen raya dengan para petani dan pejabat yang hadir, Bupati juga meninjau pameran makanan olahan yang berasal dari palawija maupun umbi-umbian. Makanan dari bahan palawija dan umbi mulai digalakkan sebagai bagian dari program diversifikasi pangan nasional. Dalam kegiatan ini, Bupati Madiun juga memberikan bantuan secara simbolis kepada para petani setempat. Di antaranya 10 paket bantuan sosial berupa lauk pauk untuk bencana kekeringan, sebanyak 1.250 kilogram benih padi untuk 15 kelompok tani di Kabupaten Madiun, serta bantuan lima mesin diesel untuk lima desa yang mengalami kekeringan di Kecamatan Pilangkenceng. (*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012