Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 20 ton beras program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan atau SPHP yang dijual dengan harga Rp11.000/kg ludes terjual dalam dua hari (13-14 Agustus) pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan mengatakan pada hari kedua kegiatan gerakan pangan murah, dari total 20 ton beras SPHP yang dijual di bawah harga pasaran itu habis terjual, karena warga sangat antusias.
"Semula kami menyiapkan 20 ton, karena pada hari ini animo masyarakat tinggi kami tambah 10 ton sehingga total 30 ton beras," katanya saat di stan penjualan beras SPHP di Pos Terpadu Kawasan Tertib Lalu Lintas Alun-alun Situbondo, Kamis.
Gerakan pangan murah yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan akses pangan terjangkau bagi masyarakat ini, lanjut Kapolres Rezi, disebar ke 17 jajaran Polsek dan sejumlah titik keramaian lainnya untuk pemerataan.
Ia menyebutkan, beras SPHP tersebut dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram atau lebih murah dibandingkan di pasaran yang mencapai Rp12.500 per kilogram, dengan kemasan 5 kilogram Rp55.000.
"Gerakan pangan murah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya terkait swasembada pangan," kata AKBP Rezi.
Tujuan lainnya dari gerakan pangan murah ini, menurutnya, untuk menstabilkan harga pangan khususnya beras serta sebagai upaya membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Sementara itu, salah seorang warga Situbondo, Asmini mengaku terbantu dengan kegiatan gerakan pangan murah tersebut, karena harga beras SPHP dijual lebih murah dibandingkan harga beras di pasaran dengan kualitas yang sama.
"Meskipun dibatasi dua sak atau 10 kilogram kemasan 5 kilogram, saya bersyukur karena lebih murah," katanya.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025