Jakarta - Mata uang rupiah pada Rabu pagi kembali bergerak melemah sebesar 12 poin di tengah kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap krisis di Eropa yang masih membayangi.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah 12 poin menjadi Rp9.592 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.580 per dolar AS.
Pengamat pasar dari Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova di Jakarta mengatakan, nilai tukar rupiah kembali melemah menuju Rp9.600 per dolar AS masih dibayangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap Eropa.
"Krisis di Eropa yang masih berjalan membuat pelaku pasar untuk masuk ke aset berisiko, pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan memegang dolar AS yang dianggap dapat menjaga nilai," kata dia.
Ia menambahkan, krisis di Eropa membuat perekonomian global bergerak melambat, dalam kondisi itu nilai tukar dolar AS akan menjadi mata uang "safe haven" sehingga membuat nilai tukar berisiko sulit menguat.
"Berbagai isu dari Uni Eropa masih menjadi perhatian pelaku pasar uang, potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS menjadi terbatas," kata dia.
Meski demikian, dikatakan dia, nilai tukar domestik diperkirakan dijaga oleh Bank Indonesia (BI) agar tidak menembus level Rp9.600 per dolar AS.
Pengamat valas dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, secara teknikal rupiah mempunyai ruang penguatan di kisaran antara Rp9.560 dampai dengan Rp9.580 per dolar AS.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012