Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur mulai memetakan daerah rawan kekeringan yang biasa terjadi saat musim kemarau seperti sekarang ini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Chandra Ramadhani Amin di Sampang, Kamis, mengatakan, langkah itu dilakukan agar pihaknya memiliki data lengkap mengenai keberadaan daerah terdampak.
"Mulai hari ini kami telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan di lapangan, karena data tersebut yang nantinya akan menjadi acuan dalam mendistribusikan bantuan air bersih," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kebiasaan pada musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah kecamatan yang rawan mengalami kekeringan sebanyak 11 dari total 14 kecamatan yang ada di wilayah itu.
"Menurut data kami, hanya ada tiga kecamatan yang tidak mengalami kekeringan saat musim kemarau," katanya.
Ketiga kecamatan itu masing-masing Kecamatan Camplong, Omben dan Kecamatan Ketapang.
Sementara itu, jumlah desa yang terdata rawan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih sebanyak 102 desa.
Ia menuturkan, ke 102 desa itu, terdiri atas 81 desa mengalami kering kritis, 6 desa mengalami kering langka, dan 15 desa mengalami kering langka terbatas.
"Data sebanyak 102 desa ini pada musim kemarau 2024. Sedangkan untuk musim kemarau saat ini masih belum kami ketahui karena pendataan masih berlangsung," katanya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025