Kota Gaza (ANTARA/AFP) - Hamas hari Jumat memuji pertemuan antara pemimpinnya di Jalur Gaza, Ismail Haniya, dan Presiden Mesir Mohamed Morsi, dengan menyebutnya sebagai sebuah "titik peralihan" dalam hubungan bilateral.
"Pertemuan antara (Perdana Menteri Ismail Haniya) dan Presiden Mesir (Mohamed Morsi) merupakan titik peralihan nyata dalam hubungan bilateral," kata juru bicara Haniya di Gaza, Taher al-Nunu, dalam sebuah pernyataan.
Pertemuan Kamis di Kairo itu "membahas permasalahan strategis dan menjadi pertanda masa depan kerja sama", kata Nunu.
"Perdana menteri senang dengan hasil pertemuan dengan Morsi," tambahnya.
Kunjungan Haniya ke Kairo itu, yang dilakukan sepekan setelah Morsi bertemu dengan pemimpin Hamas Khaled Meshaal, berlangsung beberapa hari setelah para pejabat Palestina mengatakan bahwa Mesir mengendurkan persyaratan visa bagi warga Gaza di bawah usia 40 tahun.
Pekan lalu, Haniya memuji pertemuan antara Morsi dan Meshaal sebagai sebuah "hasil dari revolusi" yang menumbangkan pendahulunya, Hosni Mubarak, awal tahun lalu. Hamas adalah cabang dari Ikhwanul Muslimin yang dipimpin Morsi.
Presiden baru Mesir itu juga bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pekan lalu setelah mengatakan bahwa ia tidak akan mendukung salah satu kelompok karena Mesir berusaha menyatukan mereka.
Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012