Madiun - Dana pendukung pelaksanaan program keluarga berencana (KB) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tahun ini mencapai Rp435 juta. "Dana tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) pusat dan sisanya dari APBD pemerintah daerah setempat," ujar Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Madiun, Ahmad Tohari, Jumat. Menurut dia, dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB di Kabupaten Madiun. Di antaranya adalah untuk peingkatan daya jangkau dan kualitas penyuluhan, sarana dan prasarana fisik pelayanan KB, komunikasi, informasi, dan edukasi program KB, juga pengelolaan data. "Adapun untuk pelayanan KB telah dialokasikan sebesar Rp135 juta dan kegiatan penyuluhan yang meliputi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) KB sebesar Rp50 juta," kata Tohari. Ia menyatakan akan rutin melakukan sosialisasi dan penyuluhan di wilayahnya untuk menjaring peserta KB yang lebih banyak lagi. "Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Madiun secara khusus dan wilayah nasional secara umum," kata dia. Selain alokasi dana, pihaknya juga telah mendapat bantuan pembagian alat kontrasepsi gratis dari pusat. Seperti alat kontrasepsi kondom, IUD, pil, suntik, implan, vasektomi serta tubektomi. Tohari menambahkan, sejauh ini jumlah kepersertaan program KB di Kabupaten Madiun mencapai 153.688 orang. Jumlah tersebut merupakan angka kepesertaan yang tercatat di lembaganya. Dimungkinkan jumlah riil di lapangan akan lebih banyak lagi, karena beberapa alat kontrasepsi dijual bebas di pasaran. Secara rinci, dari 153.688 orang peserta KB yang ada, terbagi atas, peserta KB reguler sebanyak 112.226 peserta dan KB Mantap sebanyak 41.462 peserta. Adapun untuk KB Mantap masih terbagi lagi atas, KB Metoda Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi sebanyak 6.347 peserta, KB Metoda Operasi Pria (MOP) atau vasektomi sebanyak 103 peserta, IUD sebanyak 26.977 peserta, dan implan sebanyak 8.035 peserta. "Alat kontrasepsi yang paling dominan digunakan oleh peserta KB antara lain susuk, IUD, tubektomi, dan kondom. Diharapkan dengan penyuluhan yang kami lakukan, jumlah peserta KB akan meningkat agar laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan," tambahnya. Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Madiun mencatat, jumlah kelahiran hingga akhir tahun 2010 untuk jenis kelamin laki-laki mencapai 3.016 bayi dan jenis kelamin perempuan mencapai 2.869 bayi. Jumlah ini meningkat dari tahun 2009, dimana kelahiran bayi laki-laki mencapai 2.952 bayi dan jenis kelamin perempuan mencapai 2.822 bayi. (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012