Sidoarjo - Petugas Kantor Wilayah Bea dan Cukai Juanda, di Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil menggagalkan upaya pengiriman senjata api laras pendek dari Queen City, Filipina yang disimpan di dalam mesin pemutar "Digital Versatile Disc" (DVD). Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur I, Eko Darmanto, Selasa, mengatakan, senjata api tersebut dimasukkan ke dalam tiga buah mesin pemutar DVD dan dikirimkan melalui paket pos. "Awalnya kami tidak mengira kalau di dalam mesin pemutar DVD tersebut tersimpan senjata api. Namun, setelah kami lakukan pemindaian dengan menggunakan X - Ray baru terlihat kalau di dalam mesin pemutar DVD terdapat rangkaian senjata api yang diselipkan di antara mesin pemutar DVD," katanya. Ia mengemukakan, secara teknis senjata api laras pendek itu dibagi menjadi beberapa bagian seperti bodi senjata, tempat magazine dan juga peredam suara yang ada di depan bagian laras untuk selanjutnya disimpan di antara mesin-mesin pemutar DVD. "Modus yang digunakan ini tergolong baru, karena baru pertama kali ini kami mendapatkan kasus pengiriman senjata api dari Filipina melalui paket pos seperti yang ada sekarang ini," katanya. Selain mengamankan senjata api, petugas juga berhasil mengamankan tiga paket pengiriman senjata mainan yang mirip senjata api atau sering disebut dengan "air soft gun" dari Hongkong kepada seseorang yang ada di Surabaya. "Pada dua kasus ini, kami tidak berhasil mengungkap identitas dari penerima senjata - senjata yang dikirimkan tersebut karena dalam aturan yang berlaku baru bisa dilakukan pemeriksaan kepada penerima kalau si penerima paket tersebut mengakui ada paket untuk dirinya," katanya. Namun, kata dia, setelah dilakukan pengembangan dari penemuan kasus ini, para penerima paket yang ada di alamat paket tersebut tidak mengakui kalau ada paket kepada yang bersangkutan. "Untuk selanjutnya kasus ini akan dikembangkan lagi termasuk melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dengan kasus ini dan menyerahkan kasus ini kepada petugas Kepolisian Daerah Jawa Timur," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012