Malang - Gandengan truk bermuatan semen dengan nomor polisi N 9045 UG terguling di jalan Raya Purwodadi atau wilayah perbatasan Pasuruan-Kabupaten Malang, Minggu petang, diduga akibat kelebihan muatan.
Kepala Satuan Lalu-Lintas Polres Malang AKP Erwin Aras Genda, SIK, mengatakan, tergulingnya truk itu juga menimpa mobil sedan dengan nomor polisil N 1463 GK, dan mengakibatkan pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Informasi kecelakaan kami terima sekitar pukul 16:45 WIB, dan gandengan truk terlepas atau putus diduga akibat kelebihan muatan semen. Kami masih terus melakukan penyelidikan," kata Erwin saat ditemui di lokasi kecelakaan.
Akibat kecelakaan itu, terjadi kemacetan panjang di jalur Surabaya menuju Malang dan sebaliknya, hingga mencapai 15 kilometer.
Erwin mengatakan, lokasi kecelakaan berada di wilayah hukum Polres Pasuruan, namun Polres Kabupaten Malang turut membantu mencairkan kemacetan yang cukup panjang tersebut.
Erwin mengatakan telah menahan sopir truk. Mengenai nama serta datanya masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Sopir sudah diamankan di Polres Pasuruan, dan belum mengetahui pasti nama dan datanya, sebab kami saat ini fokus mencairkan kemacetan yang cukup panjang ini," ujarnya.
Kronologi kejadiannya, menurut Erwin, truk gandengan itu melaju dari arah Surabaya menuju Malang, dan ketika memasuki tanjakan Jalan Raya Purwodadi, gandengan truk terlepas hingga terguling dan menimpa sedan yang berada di dekatnya.
"Kondisi gandengan truk yang putus itu menutup akses Surabaya menuju Malang. Oleh karena itu, kami melakukan rekayasa lalu-lintas dengan memanfaatkan jalur Malang-Surabaya untuk digunakan dua arah, sehingga terjadi kemacetan cukup panjang di dua arah itu," katanya.
Sementara berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi kecelakaan, gandengan truk yang menutup jalur Surabaya-Malang kini telah dievakuasi oleh aparat gabungan Polres Pasuruan dan Kabupaten Malang.
Namun, untuk kedua jalur dari Malang-Surabaya dan sebaliknya, masih terpantau merambat hingga kawasan Jalan Raya Purwodadi, Pasuruan. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012