Malang - Tim Persijap Jepara tidak ingin terpengaruh dengan konflik internal yang melanda tuanrumah Arema Indonesia yang akan dihadapi pada pertandingan lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (26/6). Asisten Pelatih Persijap, Anjar Jambore, Sabtu, mengatakan pihaknya datang ke Malang hanya untuk bertanding, tidak untuk mengomentari konflik "Singo Edan". "Kami tetap datang ke Malang untuk bertanding, dan saya tidak terpengaruh dengan konflik internal Arema, sebab kami telah menyiapkan sejumlah pemain" katanya. Persijap membawa sebanyak 18 pemain dalam laga tandang ke Malang, minus dua pemain yang terkena akumulasi kartu, yakni Jose Sebastian dan Safri Umri. "Kami siap menghadapi Arema, apalagi sudah bukan rahasia apabila klub asal Malang itu dikenal sebagai tim yang bagus dan kuat, karena komposisinya 50 pemain lama dan 50 pemain baru," katanya. Sementara ke-18 pemain yang dibawa ke Malang meliputi Danang Wihatmoko dan Yasir (G), Banaken, Kasiyadi, Anang sahrul (kapten), Ferly La Ala, Nurul Huda, D Puspito, Difa Arkas, Bayu Andra, Kim Sang Duk, Julio Lopez, Made Wirahadi, Nurhuda, Yahya Sosomar, Nanang Kanafi, Panggah M dan Budi Setiawan. Secara terpisah, Humas Arema Indonesia, Noor Ramadhan, mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi izin pertndingan melawan Persijap, baik dari Dinas Pemuda Olahraga Kota Malang maupun dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengn nomor surat NP.63 - LPIS-034/DK-IPL/II/2012. "Dengan adanya surat tersebut, kita pastikan pertandingan antara Arema melawan Persijap tetap digelar di Stadion Gajayana Malang, pada hari Minggu (26/2)," katanya. Noor mengatakan, dalam surat itu, LPIS juga meminta agar konflik dualisme di tubuh internal Arema segera diselesaikan, agar tidak menganggu pertandingan melawan Persijap, dan bisa digelar secara aman, tertib dan lancar. "LPIS meminta pula agar manajemen Arema berkoordinasi dengan tim tamu, aparat keamanan, pengelola stadion dan pengurus PSSI di wilayah Kota Malang, agar bisa menggelar pertandingan itu," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012