Surabaya - Pelaksanaan program kartu tanda penduduk (KTP) elektronik di Jawa Timur pada 2011 gagal mencapai target karena hanya terlaksana 37 persen. Kepala Dinas Tanaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur Hary Soegiri di Surabaya, Kamis mengatakan, pencapaian 37 persen itu dari total 7.268.000 KTP. "Di Jatim, ada 12 daerah yang dilakukan uji coba pencanangan KTP elektronik. Selama pelaksanaan sekitar tiga bulan, hanya tercapai 37 persen. Kota Malang menjadi daerah yang paling sedikit, karena hanya tercapai 13,6 persen," katanya. Daerah paling berhasil dalam program ini adalah Kota Mojokerto yang terlaksana hingga 82,6 persen. Sedangkan daerah lainnya, yakni Kota Batu, Blitar, Kediri, Madiun, Malang, Pasuruan, Surabaya, Kabupaten Ngawi, Sampang, Pemekasan, dan Sidoarjo berkisar di bawah 80 persen dari jumlah penduduk. Hary Soegiri mengatakan bahwa kegagalan ini merupakan sebuah hal wajar. Selain terkendala alat, singkatnya waktu membuat program pemerintah pusat tersebut tidak sesuai target. Di setiap kecamatan, alat yang dipinjamkan hanya dua unit, ditambah masalah sumber daya manusia yang hanya disiapkan dua orang, yakni tenaga teknisi alat dan profesi bidang operator alat. "Sebenarnya kendalanya bukan di alat dan sumber daya manusia, tapi karena mepetnya waktu. Tiga bulan ternyata tidak cukup untuk merealisasikan program ini," tutur dia. Karena itulah, lanjut Hary, usai dilakukan evaluasi maka pemerintah memperpanjang program ini hingga batas waktu empat bulan ke depan, yakni akhir April 2012. Pihaknya bahkan berani memasang target di 12 daerah akan selesai 100 persen. "Sedangkan di 26 daerah di Jatim lainnya akan dimulai Februari hingga Desember. Pokoknya pada 2012, seluruh Jatim sudah menerapkan KTP elektronik," paparnya. Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim Achmad Iskandar meminta pemerintah pusat melakukan kajian dan evaluasi lebih lanjut tentang penyebab gagalnya pelaksanaan KTP elektronik di Jatim. "Pemerintah pusat jangan membiarkan begitu saja, harus terlibat dalam proses penanganan di Jatim. Termasuk menyiapkan peralatan sesuai dengan kebutuhan dan menjamin tidak ada kendala seperti 2011," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim tersebut.

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012