Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengadakan latihan militer yang melibatkan lebih dari 20.000 prajurit dari 13 negara di seluruh bagian utara Norwegia, Swedia dan Finlandia.

Nordic Response, yang sebelumnya dikenal dengan Cold Response, adalah latihan yang dilakukan dua kali dalam setahun yang dipimpin oleh Norwegia, salah satu anggota pendiri NATO.

Perubahan nama tersebut sebagai pengakuan atas masuknya Finlandia sebagai salah satu anggota dari aliansi militer ini dan dengan Swedia bersiap untuk menjadi anggota ke-32. Finlandia akan mengikuti latihan yang akan berlangsung hingga 14 Maret tersebut sebagai anggota NATO untuk pertama kalinya.

Nordic Response bertujuan untuk mempererat kerjasama antara negara-negara dan meningkatkan kemampuan aliansi untuk mempertahankan dan melindungi kawasan.

“Kita harus mampu melawan dan menghentikan siapa pun yang mencoba menantang perbatasan, nilai-nilai, dan demokrasi kita. Dengan situasi saat ini di Eropa, latihan sangat relevan dan lebih penting dari sebelumnya," kata Brigadir Tron Strand dari Angkatan Udara Kerajaan Norwegia, Komandan Pusat Operasi Udara Norwegia.

“Kita semua perlu mengetahui medan dan kondisi tempat kita beroperasi. Ini adalah pengetahuan baru yang perlu kita praktikkan secara rutin.

“Latihan Cold Response memiliki sejarah panjang dan diadakan di Norwegia utara setiap dua tahun sekali. Berkat bergabungnya Finlandia ke NATO – dan akhirnya Swedia – kami sekarang memperluas latihan ini menjadi Nordic Response dengan partisipasi yang lebih luas dari Sekutu lainnya,” tambah Strand.

Finlandia dan Swedia mengajukan permohonan keanggotaan NATO segera setelah dimulainya perang Ukraina pada Februari 2022. Finlandia bergabung dengan aliansi tersebut pada April 2023, sementara Swedia menyelesaikan prosedur keanggotaannya bulan lalu dan dijadwalkan bergabung secara resmi segera.

Finlandia berbagi perbatasan sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia, perbatasan terpanjang di Eropa, dan semakin waspada sejak dimulainya perang Rusia terhadap Ukraina.

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024