Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai mengembangkan fasilitas wisata herbal dengan mendirikan semacam kafetaria khusus yang menyediakan aneka seduhan jamu tradisional di sekitar wahana wisata alam Telaga Ngebel.

"Semoga dengan adanya kafetaria yang menyediakan aneka jamu tradisional ini bisa melengkapi ekosistem wisata Telaga Ngebel," kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko di Ponorogo, Rabu.

Fasilitas kafetaria jamu tradisional yang diberi nama D'Jampi Cafe itu merupakan inovasi yang dikembangkan Puskesmas Ngebel.

Selain bertujuan untuk membantu stimulasi kesehatan masyarakat melalui olahan obat berbahan herbal tanpa unsur kimia, pengembangan fasilitas itu juga mendukung UMKM yang bergerak di bidang industri olahan jamu tradisional berikut mata rantai perdagangannya.

Mulai dari suplier bahan jamu, jaringan pedagang, hingga kalangan petani tanaman toga yang cukup banyak di daerah tersebut.

Sugiri juga mengatakan semua jamu maupun produk turunannya yang dijual di kafetaria tersebut merupakan hasil dari tanaman toga yang ditanam di kawasan wisata Telaga Ngebel.

Dengan begitu, keaslian produk, proses pengemasan hingga dikonsumsi oleh konsumen terjamin manfaatnya.

"Nenek moyang kita dulu belum ada obat kimia, kalau sakit pakainya ya jamu. Nah jaman sudah bergeser, jamu diolah jadi minuman kekinian seperti di kafetaria ini," katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti menambahkan, D’jampi Cafe merupakan buah dari inovasi Puskesmas Ngebel.

Terlebih lokasi Puskesmas berada di kawasan wisata Telaga Ngebel, diharapkan fasilitas ini bisa bersinergi dan menjaga ekosistem yang baik.

Selain itu, semua bahan yang dibuat di kafe tersebut merupakan hasil budidaya di tanaman toga di sekitar Puskesmas Ngebel.

"Harapan kami kafetaria ini bisa bersinergi dengan pariwisata dan para pelaku UMKM, sehingga tujuan Puskesmas Ngebel berkontribusi dengan ekosistem wisata di sana," katanya.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023