Keluarga Besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ketua DPP PDIP Prof Hamka Haq di salah satu rumah sakit di Jakarta, Kamis, yang dikenal tokoh agama yang moderat dan berpengatahuan luas.

Di DPP PDIP, almarhum Hamka menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kami keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya turut berduka atas meninggalnya Prof Hamka Haq. Semoga beliau mendapat tempat terbaik dan termulia di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi situasi duka ini,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono, Kamis.

Prof Hamka, lanjut Adi, dikenal sebagai tokoh senior partai yang sangat kenyang pengalaman berorganisasi dan memperjuangkan kepentingan umat. Prof Hamka adalah tokoh agama yang dikenal moderat, berpengetahuan luas, dan selalu santun dalam berpolitik.

"Beliau memiliki tutur kata yang halus dan santun. Pemikirannya sangat jernih dan mendalam terkait kehidupan beragama dan bernegara. Rekam jejak pemikiran dan pengabdiannya kepada masyarakat sangat panjang," ujarnya yang juga ketua DPRD Kota Surabaya.

Prof Hamka juga dikenal sebagai ketua umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), salah satu organ sayap PDIP yang bergerak di bidang keagamaan dan keumatan. Prof Hamka lahir di Barru, Sulsel, pada 18 Oktober 1952.

Semasa hidupnya, almarhum juga aktif di Majelis Ulama Indonesia, hingga akhir hayatnya terakhir tercatat sebagai Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

Sebagai akademisi, Prof Hamka pernah memimpin sejumlah kampus, di antaranya sebagai wakil rektor IAIN Alauddin Makassar dan Ketua Sekolah Tinggi Al-Furqan Makassar.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023