Benghazi (ANTARA/AFP) - Dewan Transisi Nasional (NTC) hari Minggu mengumumkan Libya "bebas", pada pawai besar di kota Benghazi, tempat lahirnya pemberontakan melawan pemerintah Muamar Khadafi yang meletus delapan bulan lalu.
"Deklarasi Pembebasan. Angkat kepala kalian tinggi-tinggi. Kalian orang Libya yang bebas," kata wakil ketua NTC Abdel Hafiz Ghoga, di tengah puluhan ribu orang yang menggemakan kata-katanya secara serentak.
"Rakyat Libya memastikan penghormatan mereka atas hukum internasional... (penghormatan mereka atas) kepentingan timbal-balik dan kerja sama dengan semua negara, khususnya tetangga-tetangga Libya," kata Ghoga.
"Kita memasuki sebuah tahap baru, tahap yang meminta tanggung jawab lebih besar dari kita semua. Hidup revolusi. Hidup Libya," katanya, tiga hari setelah penangkapan dan pembunuhan Khadafi.
Ketua NTC dan pemimpin sementara Libya Mustafa Abdel Jalil, dalam pernyataan kepada massa yang bersorak gembira di Lapangan Kish di kota wilayah timur Libya itu, menekankan bahwa hukum Islam akan menjadi sumber utama perundang-undangan baru Libya.
"Segala undang-undang yang melanggar sharia (Islam) akan batal demi hukum," katanya.
Abdel Jalil berterima kasih kepada NATO atas dukungan mereka pada pemberontakan anti-Khadafi yang bermula di Benghazi pada pertengahan Februari dan memberikan penghormatan pada mereka yang tewas dalam perjuangan melawan rejim lama.
"Semua syuhada, warga sipil dan militer, menunggu peristiwa ini untuk ikut merayakan, namun mereka kini berada di tempat terbaik, di surga," katanya.
"Revolusi ini dimulai dengan damai untuk meminta hak-hak hukum minimum, namun dihadapi dengan kekerasan," katanya, menunjuk pada penumpasan protes pro-demokrasi sebelum meletusnya konflik besar.
Abdel Jalil juga mengirim pesan kepada demonstran anti-pemerintah di penjuru lain dunia Arab.
"Saya berharap rakyat Suriah dan Yaman akan mencapai aspirasi mereka dan menang," katanya.
Deklarasi Libya bebas itu disampikan NTC tiga hari setelah kematian Khadafi.
Para pejabat NTC mengatakan, Muamar Khadafi tewas selama pertempuran untuk menguasai kota tempat asalnya, Sirte, pada Kamis (20/10). Namun, beberapa negara besar Barat yang mendukung pemberontak Libya menguasai Tripoli dua bulan lalu mengatakan, mereka masih mencari konfirmasi mengenai kebenaran berita itu.
Khadafi menjadi buronan sejak NTC menguasai ibu kota Libya, Tripoli, pada Agustus, dan ia berhasil menghindari penangkapan meski pasukan NTC memperoleh sejumlah petunjuk mengenai lokasinya.
Ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.
Khadafi (68), pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa, bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011