Lumajang - Perhutani berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan lindung yang berada di lereng Gunung Lamongan (1.668 meter dari permukaan laut), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat. "Setelah mendapat informasi kebakaran hutan, petugas langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan kebakaran hutan lindung yang luasnya sudah mencapai 4 hektare," kata Asisten Perhutani (Asper) BKPH Klakah, Rifai, saat dihubungi ANTARA. Ia menuturkan kebakaran hutan lindung terjadi di petak 12 wilayah BKPH Klakah yang berada di lereng Gunung Lamongan, namun pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. "Sebanyak 23 petugas Perhutani dengan dibantu 30 warga dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat turun ke lokasi untuk memadamkan sejumlah titik api di kawasan hutan lindung, agar kebakaran hutan tidak merembet ke kawasan lain," paparnya. Ia berharap sejumlah titik api bisa dipadamkan secepatnya, sehingga kebakaran tidak semakin meluas di kawasan hutan lindung milik Perhutani yang berada di lereng Gunung Lamongan tersebut. Secara terpisah, relawan peduli lingkungan di Gunung Lamongan "Laskar Hijau", Sumaji, mengatakan kebakaran terlihat jelas dari kawasan Ranu Klakah karena asap dan kobaran api cukup tinggi. "Awalnya hanya ada tiga titik api yang membakar hutan, namun cuaca kemarau dan angin yang kencang menyebabkan kebakaran semakin meluas hingga delapan titik," tuturnya. Menurut dia, dua orang relawan Laskar Hijau sudah menuju ke lokasi kebakaran hutan dengan menggunakan alat seadanya untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan di lereng gunung yang memiliki ketinggian 1.668 mdpl itu. "Cuaca panas dan angin yang cukup kencang di lereng Gunung Lamongan dapat menyebabkan kebakaran semakin meluas, namun kabarnya pihak Perhutani sudah turun ke lokasi untuk memadamkan kobaran api di sejumlah titik hutan lindung milik Perhutani BKPH Klakah itu," katanya menjelaskan.(*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011