Pasuruan - Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura Kemeterian Pertanian, Sri Jayanti mengatakan, budi daya tanaman mangga dengan model "estate" perlu dikembangkan lebih luas lagi.
Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi "Manggo Estate" di Dusun Oro-oro Kunci, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis.
Sri Jayanti ke Pasuruan bersama sejumlah wartawan Kementerian Pertanian mengunjungi budi daya sedap malam, dan manggo estate di wilayah Rembang, serta budi daya bunga krisan, paprika, buah apel di wilayah Tutur (Nongkojajar).
Ia memberi apresiasi terhadap para petani yang telah membudidayakan tanaman mangga dalam satu hamparan, atau dalam bentuk estate. Ia berharap budi daya tanaman mangga dengan model estate bisa dikembangkan di daerah lain.
Sebab, lanjut Sri Jayanti, budi daya mangga model estate sangat menguntungkan petani, sehingga berdampak pula terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Ketua Gapoktan "Tani Makmur Santosa" Desa Oro-oro Ombo Wetan, Slamet Yakub menyebutkan, luas lahan tanaman mangga milik anggota yang tergabung dalam satu hamparan mencapai telah sekitar 463 hektare.
Ia menyebutkan, mangga-mangga produkski petani di wilayah Rembang ini dijual khusus untuk memenuhi permintaan pasar swalayan ("supermarket") di Jakarta. Mangga produksi Rembang, Pasuruan dijual rata-rata Rp10 ribu per buah, sehingga tidak bisa ditemui di pasar-pasar tradisional.
Namun, dia mengakui budi daya tanaman model dalam satu hamparan di Rembang masih menghadapi banyak kendala, di antaranya kesulitan untuk mendapatkan air karena lokasinya yang kering, serta jalannya masih jelek, dan sangat memutuhkan gudang penampungan untuk proses seleksi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Ihwan menjelaskan, pengembangan budi daya tanaman mangga dalam satu hamparan tersebut telah dirintisnya sejak 1994.
Ia menjelaskan, rancang bangun budi daya tanaman mangga dalam bentuk estate tersebut sebenarnya telah disiapkan secara matang sejak pemerintahan orde baru, yakni mulai pembangunan infrastruktur jalan, serta gudang hasil panen.
Namun, sejak pemerintahan orde baru jatuh, rencana menjadi berantakan. Meski demikian, para petani yang telah telanjur menanam mangga masih tetap merawatnya dengan baik, sehingga hasilnya dapat dinikmati seperti sekarang ini.
Untuk itu, Ihwan berharap, realitas yang telah ada tersebut tinggal melanjutkan sesuai rancang bangun yang telah dipersipakan seperti semula. Ia menyebutkan, budi daya tanaman mangga model estate di Pasuruan dikembangkan di tiga wilayah, yakni Rembang, Sukorejo, dan Wonorejo.
Namun, dari ketiga lokasi tersebut yang hasilnya paling baik adalah yang ada di wilayah Rembang. Kualitas buah mangganya lebih lezat karena tektur tanahnya yang kering berpasir.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011