Bojonegoro - Harga kambing dan sapi di Bojonegoro, Tuban dan Babat, Lamongan dalam sebulan terakhir naik dengan tingkat penjualan yang cukup tinggi, akibat berhasilnya panen tembakau di wilayah setempat. Seorang pedagang ternak asal Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota, Sugiyanto (38), Sabtu mengatakan, para petani tembakau di Bojonegoro dan Rengel dan sekitarnya di Tuban, banyak yang melakukan pembelian ternak. Sebab, lanjutnya, di Rengel, Tuban, panen tembakau cukup berhasil. Para petani di wilayah setempat melakukan pembelian ternak, terutama kambing di pasar kambing Prambon, di Kecamatan Soko dan pasar kambing Rengel, di Kecamatan Rengel, Tuban. Sedangkan di pasar ternak Babat, Lamongan, pasar ternak setempat diserbu petani tembakau asal daerah setempat, juga petani tembakau di wilayah timur Bojonegoro, termasuk petani tembakau asal Jombang. "Pembeli ternak kambing dan sapi di Babat, Lamongan, kebanyakan juga para petani tembakau," katanya, mengungkapkan. Menurut Sugiyanto, yang selama ini berjualan ternak kambing di pasar ternak di tiga kabupaten itu, dengan tingginya permintaan ternak tersebut, mengakibatkan naiknya harga kambing dan sapi. Ia mencontohnya, sudah sebulan terakhir ini dirinya mampu menjual kambing berkisar sembilan ekor, setiap pasaran. Itupun dengan harga naik berkisar Rp100.000-Rp200.000/ekor. Bahkan, lanjutnya, kambing proyek Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang sebelumnya tidak ada pembeli, sekarang cukup laris dengan harga berkisar Rp700.000-Rp800.000/ekor. "Penjualan kambing semua pedagang di pasar yang saya datangi, meningkat semua," ucapnya. Sementara itu, lanjutnya, harga semua jenis sapi hidup baik lokal maupun impor, juga ikut naik yang sebelumnya Rp21.000/kilogram, menjadi Rp22.000/kilogram. "Kalau harga sapi di Jakarta naiknya cukup tinggi, bisa mencapai Rp24.000/kilogram," kata seorang pedagang sapi asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Agung Wahono, menambahkan. Ia mengaku, biasa mengirim penjualan sapi bakalan ke Jakarta dan semua sapi yang dikirim tersebut, untuk diternak kembali."Semua sapi yang saya kirim, diternak kembali tidak langsung dipotong," jelasnya.

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011