Pamekasan - Kelompok teater dan seni se-Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mementaskan drama perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kasi Pembinaan Seni dan Nilai-nilai Sejarah Disporabud Pamekasan, Halifaturrahman seusai mengikuti renungan bersama para pejabat di wilayah itu, Rabu dinihari menjelaskan, drama perjuangan itu sengaja dipentaskan pada HUT Kemerdekaan RI 2011 kali ini sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan sikap patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat. "Jadi pementasan ini sengaja kami gelar untuk mengingatkan kembali agar pengorbanan dan perjualangan yang telah dilakukan para pahlawan bangsa ini dalam meraih kemerdekaan," katanya, seusai mengikuti renungan di Taman Makan Pahlawan (TMP) Pamekasan. Pementasan drama perjuangan yang digelar secara kolosal di dua lokasi, yakni di pendopo Kecamatan Kadur dan di lapangan pendopo Pemkab Pamekasan dan masing-masing melibatkan sebanyak 150 orang dari berbagai kelompok teater dan seniman se-Kabupaten Pamekasan. "Pementasan di Kadur sekitar pukul 07.00 WIB Rabu pagi, sedangkan di lapangan pendopo setelah upacara memperingati detik-detik prolamasi kemerdekaan RI," kata Halifaturrahman menjelaskan. Menurut dia, pementasan drama perjuangan kemerdekaan RI oleh para kelompok teater dan kelompok kesenian tradisional kali ini merupakan kali pertama digelar di Pamekasan. Selain sebagai upaya untuk menumbuh kembangan semangat perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan bangsa ini, sambung Halifaturrahman, juga sebagai upaya untuk memberikan wadah bagi para kelompok teater dan seniman di Pamekasan. "Kami ingin setiap peristiwa penting bisa dipahami, diresapi dan dihayati melalui media yang ada, khususnya melalui kelompok seni," katanya menjelaskan. Sehingga, menurut Halifaturrahman yang juga dosen Universitas Madura (Unira) Pamekasan, pesan-pesan perjuangan dan penanaman sikap nasionalisme dan patriotisme juga bisa disampaikan kepada masyarakat melalui kelompok teater dan seni yang ada di wilayah itu. Ia menjelaskan, kurangnya sosialisasi yang berorientasi pada penanaman sikap nasionalisme untuk keutuhan NKRI kepada masyarakat luas, karena selama ini cendrung ada anggapan itu hanya bisa dilakukan melalui forum resmi dan pendidikan formal belaka. "Padahal cara seperti pementasan seni ini, juga sangat efektif. Makanya kami mencoba untuk itu agar mudah dipahami oleh masyarakat," katanya menjelaskan.

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011