Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memiliki taman lalu lintas di area taman wisata agropark yang didesain untuk sarana edukasi tentang kelalulintasan pada anak usia sekolah, jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

"Sasaran utama dari taman lalu lintas ini memang anak-anak. Di tempat ini mereka tidak hanya mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan baru seperti berbagai tumbuhan dan binatang, tetapi juga wawasan kelalulintasan," kata Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino di Trenggalek, Senin (27/3).

Konsep taman lalu lintas dibuat mirip jalan raya perkotaan. Ada kompleks jalan aspal dengan median jalan lebih sempit selebar jalan setapak, namun badan jalan dibangun sehingga menyerupai jalan beraspal lengkap dengan garis-garis putih yang putus-putus.

Taman lalu lintas tersebut memang tidak diperuntukkan dilewati menggunakan kendaraan, tetapi cukup dilalui pengunjung usia anak dengan cara berjalan kaki. Di kompleks taman ini, ada aneka rambu lalu lintas.

Polisi atau petugas yang berjaga kemudian akan memandu pengunjung untuk memahami dan belajar tertib mematuhi setiap rambu yang dipasang.

"Tertib berlalu lintas adalah cermin peradaban dan budaya bangsa," katanya.

Ia menjelaskan di taman lalu lintas itu dilengkapi sejumlah fasilitas tentang kelalulintasan, seperti rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, lampu lalu lintas, mobil mainan, dan sepeda.

Kepolisian juga menyiapkan petugas khusus dari Unit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek yang berperan sebagai pendamping anak sekaligus menyampaikan materi.

"Jadi anak-anak akan lebih mudah memahami arti rambu-rambu dan apa yang harus dilakukan. Keberadaan taman lalu lintas ini diharapkan dapat menambah khasanah pendidikan dan bisa menjadi wahana edukasi baru bagi anak-anak sehingga ke depan tumbuh generasi unggul, patuh hukum dan tertib lalu lintas," katanya.

Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Yudiyono mengatakan pembangunan taman lalu lintas ini terinspirasi dari tingginya animo peserta didik mengikuti kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di Mapolres Trenggalek.

Setiap hari, sedikitnya ada satu rombongan siswa datang untuk belajar tentang lalu lintas.

Berkaca dari kondisi itu tercetus ide membuat taman lalu lintas anak. Pola yang diterapkan dalam metode pembelajaran pada taman lalu lintas anak dinilai lebih efektif dan mengena karena praktik secara langsung.

Hal itu semakin melengkapi, karena pola edukasi materi–materi yang disampaikan dalam kegiatan Polsanak sedikit banyak dapat diimplementasikan langsung dalam kegiatan di taman lalu lintas.

"Kita sesuaikan dengan tumbuh kembang mereka. Anak-anak akan lebih mudah menerima informasi berupa visual. Nah dengan taman lalu lintas ini mereka bisa berjalan-jalan keliling seperti halnya jalan raya sesungguhnya," katanya.



 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023