Ponorogo - Penemuan enam ekor ular piton di Dukuh Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, mendapat perhatian serius dari dinas pariwisata setempat.
Sinyalemen itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pariwisata, Seni Budaya, dan Olahraga Pacitan, Abas Kuntoro, yang telah menyatakan minat serta niatnya untuk mendatangi lokasi penangkaran sementara enam ekor ular raksasa tersebut.
"Kami akan upayakan agar ular-ular piton itu bisa dievakuasi ke penangkaran yang lebih layak," kata Abas, Selasa. Ia mengakui, pihaknya memang belum melihat langsung perwujudan keenam ular piton yang kabar-beritanya sempat membuat heboh masyarakat itu.
Namun jika informasi itu benar, kata Abas, pihaknya berjanji mengambil-alih pemeliharaan keenam ular piton tersebut dengan cara ditangkarkan ke obyek wisata Ngembak. "Lebih baik ditangkarkan di sana sekaligus buat menambah koleksi satwa liar di Ngembak," ujarnya.
Selain mendapat apresiasi dari dinas pariwisata, temuan ular piton dengan jumlah mencapai enam ekor itu juga menarik perhatian sejumlah kolektor ular maupun tempat-tempat wisata swasta di Kabupaten Ponorogo maupun Madiun.
Salah satu tempat wisata yang sudah terang-terangan menyatakan minat untuk menambah koleksi satwa liar itu adalah manajemen obyek wisata Kintamani Water Park yang berlokasi di Desa Jeruksing, Kecamatan Siman.
"Kalau boleh, kami juga ingin ular-ular itu dipelihara di Kintamani untuk menambah daya tarik pengunjung," ujar Yanuar, pengelola Kintamani Water Park saat dimintai komentarnya oleh sejumlah wartawan.
Penemuan enam ular piton di Dukuh Pagersari, Desa Ngadisanan pertama kali diketahui oleh Boini (45), salah seorang warga setempat. Saat itu Boini hendak mencari pakan ternak kambingnya.
Mengetahui ada beberapa ekor ular berukuran besar, Boini segera mengabarkan kepada sejumlah tetangganya, termasuk Wanto. Orang yang disebut terakhir inilah yang kemudian melakukan penangkapan keenam ular piton tadi. Wanto dibantu dua saudaranya, yakni Joko serta Heri.
Terkait penemuannya, Wanto mengaku belum memiliki rencana apa-apa. Ia juga masih menolak keinginan beberapa orang yang mau membeli ular temuannya, meskipun harganya cukup tinggi. *
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011
Editor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011