Pengamat ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Drs. Ec. Bambang Budiarto, M.Si., menyebut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mempunyai sejumlah tantangan yang harus dituntaskan di masa depan, seperti  menjaga keberlanjutan ekspor sawit.

"Untuk saat ini tantangan yang nyata adalah menjaga keberlanjutan ekspor sawit, karena mulai banyak negara-negara tujuan ekspor yang bersiap untuk mengalihkan transaksinya," kata Bambang di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, keberlanjutan dapat dijaga, yang utama dengan transaksi imbal balik. Jika tidak memungkinkan ya cukup dengan komunikasi dalam forum resmi internasional.

Sebab, kata dia, eksportir yang lain sesungguhnya sudah sangat siap untuk mengambil alih. Yang ini boleh disebut berat sebab kemampuan eksternal yang harus disikapi dengan kebijakan internal.

"GAPKI harus mampu menunjukkan fungsi positif dan fungsi supporting-nya, tidak sebaliknya, wujudnya dengan kemampuan pengurus GAPKI membuka pasar baru di tingkat eksternal atau internasional dan memangkas jalur distribusi di lingkup dalam negeri," kata dia.

Baca juga: GAPKI: Pers berperan besar majukan industri sawit

Untuk tantangan di dalam negeri, ujar Bambang, yang diperlukan adalah perlunya jaringan distribusi dalam satu komando yang jelas. Mengingat aliran sawit ini begitu banyak, hal yang tidak aneh mengingat produk turunan dan peruntukan sawit sebagai bahan baku yang cukup beragam. 

Dengan kondisi yang seperti ini, kata Bambang, tidak berlebihan jika GAPKI harus dikomandani oleh sosok yang paham luar dalam tidak hanya budidaya sawit, lebih dari hal tersebut.

Ada tiga aspek dari sawit yg mesti dikuasai dengan baik oleh calon ketua GAPKI yakni produksi, distribusi, dan konsumsi plus satu. 

"Jika tiga aspek ini dikuasi dan dimengerti, sepertinya eksistensi sawit sebagai penyumbang pendapatan nasional di papan atas tentu masih dapat dipertahankan. Plus satu yang dimaksud adalah masalah, artinya calon ketua GAPKI mesti mampu mengatasi masalah apapun di setiap aspek tersebut, baik pada produksi, distribusi, ataupun konsumsi," kata dia.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023