Denpasar - Umat Hindu Dharma di Bali, Sabtu merayakan Hari suci Kuningan, rangkaian Hari Raya Galungan yang bermakna memperingati Kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan). Pada hari raya yang jatuh sepuluh hari setelah hari Galungan, umat Hindu menghaturkan sesaji (sesajen) di Pura, tempat suci umat Hindu maupun di Merajan, tempat suci milik keluarga masing-masing. Umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya setelah melakukan persembahyangan di tempat suci keluarga melakukan kegiatan yang sama di Pura Jagatnatha di jantung Kota Denpasar. Seusai melakukan persembahyangan di Pura Jagatnatha mereka melakukan hal yang sama ke Pura Sakenan, Kelurahan Serangan, 12 km arah selatan Kota Denpasar. Mengenakan busana adat Bali, ribuan umat membludak ke Pura Sakenan, tempat suci yang sebelumnya terpisah dengan daratan Pulau Dewata, sehingga umat Hindu yang bersembahyang ke sana sebelum tahun 2001, harus menggunakan jasa perahu motor atau jukung. Namun sekarang lokasi tersebut menyatu dengan daratan Pulau Bali, berkat adanya pengerukan dan perluasan dilakukan dengan sebuah perusahaan swasta nasional, sehingga daerah itu kini menyatu dengan daratan Bali. Dengan demikian masyarakat secara mudah dapat menjangkau lokasi Pura dengan kendaraan bermotor. Hari Raya Kuningan yang jatuh bertepatan dengan upacara besar (piodalan) di Pura Sakenan. Persembahyangan berlangsung sejak pagi hingga sore hari, serta satu hari sebelum dan sesudah puncak piodalan di Pura tersebut.

Pewarta:

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011