Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengajak generasi muda untuk mencegah hoaks dan radikalisme dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda di Kampus Universitas Jember, Jumat.

Universitas Jember menggelar kuliah umum dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 dengan menghadirkan pembicara Menkopolhukam di Auditorium kampus setempat.

"Karena jasa pemuda lah maka Indonesia bisa merdeka. Bukti dari peran aktif pemuda dalam memerdekakan Indonesia bisa dilihat dari dua peristiwa, Sumpah Pemuda dan masa di sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945," ujarnya.

Dalam peristiwa Sumpah Pemuda, lanjut dia, terlihat jelas bagaimana rasa persatuan diantara pemuda dari berbagai daerah di Indonesia mengalahkan primordialisme berbasis kedaerahan.

Kesediaan para pemuda mengakui satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa menjadi modal kuat menuju kemerdekaan, padahal Indonesia terdiri dari 1.300 lebih suku bangsa dan 200 lebih bahasa yang tersebar di 17 ribu lebih pulau. Dan terbukti di tahun 1945 Indonesia berhasil meraih kemerdekaan.

"Begitu pula saat proklamasi akan dikumandangkan, para pemuda juga yang menolak jika proklamasi diselenggarakan sesuai janji pemerintah Jepang," katanya.

Para pemuda memaksa para pemimpin bangsa saat itu seperti Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia karena khawatir jika proklamasi dikumandangkan sesuai arahan Jepang maka kemerdekaan Indonesia disangsikan dunia internasional karena dianggap hadiah Jepang.

"Saya mengingatkan para mahasiswa yang hadir untuk bersyukur dengan kemerdekaan yang sudah diraih saat ini dengan cara menjaga persatuan dan berkontribusi sesuai bidang dan kemampuannya masing-masing," ucap pakar hukum tata negara itu.

Mahfud menjelaskan bahwa kemerdekaan menjamin setiap anak bangsa untuk berekspresi, berdemokrasi, menuntut ilmu bahkan menggapai mimpi, sehingga salah satu sumbangsih yang bisa dilakukan pemuda adalah mencegah hoaks dan radikalisme.

"Kemudian tetap menjaga toleransi, pluralisme serta menghindari politik identitas. Apalagi saat ini sudah ramai isu calon presiden, hindari politik identitas namun jika identitas politik itu boleh," katanya.

Menurutnya yang terpenting para pemuda harus mensyukuri dan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa yang mengayomi semua suku, agama dan perbedaan budaya di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan kegiatan kuliah umum selain dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-94 juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 58 Unej.

"Kuliah umum itu bertujuan mengingatkan kembali peran penting pemuda dalam perjalanan bangsa sekaligus memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa," tuturnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022