Masakan tradisional masih banyak dicari sebagian umat Muslim sebagai hidangan untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan. 

"Karena itulah banyak resto di bulan Ramadhan menyuguhkan menu masakan tradisional," kata Thomas Tirta, seorang koki yang juga pemilik Resto The G Flavors di Surabaya, Sabtu malam.

Seakan tidak mau kalah bersaing, Chef Thomas pun meramu menu tradisional dengan kekinian sebagai hidangan utama berbuka puasa di resto tersebut.

Salah satunya menyuguhkan gyro lamb shank atau daging domba panggang dengan nasi briyani. Pilihan menu lainnya adalah sate maranggi.

"Makanan penutupnya waffle terang bulan," ucapnya.

Chef Thomas menjelaskan dua menu sebagai hidangan utama untuk berbuka puasa tersebut diperkuat dengan cita rasa rempah-rempah nusantara. 

"Untuk hidangan gyro lamb shank disiram dengan saos padang yang kaya rempah," katanya.  

Sedangkan sate maranggi, yang merupakan salah satu kuliner tradisional khas asal Jawa Barat, menggunakan tenderloin beef skewers Australia

Penyajiannya dipadukan dengan sambal bawang dan lontong, serta bumbu rempah yang memunculkan sensasi cita rasa kuliner tradisional. 

"Menu-menu tradisional untuk bulan Ramadhan ini kami perkuat dengan cita rasa kekayaan rempah nusantara," tuturnya.
 
Chef Thomas menandaskan gyro lamb shank nasi briyani dan sate maranggi menjadi menu favorit bagi para pengunjung Resto The G Flavors, khususnya pada waktu berbuka puasa selama bulan Ramadhan.
 
"Akan kami sediakan sampai lebaran nanti," ujarnya.  
 

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022