Tiga menteri mendukung usaha mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai izin usaha dengan sistem Online Single Submission (OSS). 

Tiga menteri itu adalah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Ketiganya hadir dalam acara Penerbitan dan Pembagian NIB Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Graha ITS, Surabaya, Rabu. 

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pihaknya selalu siap mempermudah masyarakat dalam mengurus perizinan usaha. 

"Pengembangan program visioner seperti ini sangat perlu dilakukan untuk kemajuan bangsa ke depannya," ujar Bahlil. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan banyak pelaku UKM yang kesulitan dalam mengakses bantuan perbankan dan memperluas kerja sama usaha karena usaha miliknya belum berbadan hukum. 

"Dengan adanya NIB, pelaku UMK lebih mudah menjalin kerja sama dengan perusahaan besar serta mendapat kemudahan bantuan dana baik dari pemerintah maupun perbankan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan penerbitan dan pembagian NIB ini merupakan kesempatan bagi pelaku UMK dalam mengembangkan usahanya dengan mudah. 

Erick berpesan agar para pelaku UMK lainnya dapat turut memaksimalkan program pemerintah ini. 

"Pastikan untuk selalu berjuang demi masa depan yang lebih baik dan jangan takut, sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami kenaikan," ucapnya. 

Sedangkan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan program ini. 

Dengan dipermudahnya segala urusan perizinan akan lebih mudah juga bagi pemerintah provinsi (pemprov) dalam menyinkronkan program-program daerah.

"Acara ini sekaligus pembangkit semangat bagi seluruh pelaku UMK yang sempat merasakan dampak ekonomi pandemi COVID-19," ucap Emil.

Pada acara itu, sebanyak 14 mahasiswa ITS turut hadir mendaftarkan izin usahanya.

Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari mengatakan bahwa sistem OSS ini sangat membantu mahasiswa dalam mendapatkan izin usaha. 

Rektor yang akrab disapa Ashari ini berharap ke depannya akan lebih banyak mahasiswa ITS yang bisa mendaftarkan usahanya lewat sistem visioner ini. 

"Mahasiswa yang telah mendapatkan NIB ini harapannya dapat mendorong teman-teman lainnya untuk memaksimalkan kesempatan ini," kata Ashari.

Reza Ayu Amelia sebagai salah satu mahasiswa ITS yang merupakan pelaku UMK dan telah mendapatkan NIB mengaku sangat bahagia karena telah memiliki izin usaha resmi dari pemerintah pada kesempatan ini. 

"Harapannya, bisnis ini dapat semakin berkembang dan mampu melahirkan produk-produk baru selain baso aci," tutur mahasiswi Departemen Manajemen Bisnis ITS yang mempunyai usaha baso aci sejak 2020 ini. 

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021