Spanduk bertuliskan "Tolak Gerakan, Program dan Reuni 212" terpampang di sejumlah sudut Kota Surabaya. 

Spanduk yang dipasang oleh kelompok mengatasnamakan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) itu di antaranya terlihat di kawasan Kebun Binatang Surabaya, Jalan Diponegoro, Demak, Simo, serta samping Markas Polrestabes Surabaya. 

Ketua PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho mengatakan spanduk tersebut dikibarkan merespon rencana reuni gerakan 212 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada awal bulan Desember mendatang. 

"Penolakan terhadap reuni 212 di Jakarta sangat penting bagi keutuhan NKRI dan keselamatan bangsa," ujarnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat. 

Gus Wal, sapaan akrabnya, menyatakan dukungan penuh terhadap aparat kepolisian dan TNI untuk menindak tegas siapapun yang ingin membuat kerusuhan, keonaran yang mengancam keselamatan dan keamanan rakyat dan bangsa Indonesia.

"Kami khawatir reuni gerakan 212 dimanfaatkan oleh kelompok organisasi yang telah dibubarkan pemerintah. Sehingga dapat memunculkan sikap intoleransi, gerakan radikalisme dan terorisme," katanya. 

Selain itu, lanjut Gus Wal, jangan sampai reuni gerakan 212 menjadi sarana transmisi dan memunculkan klaster baru COVID-19 di Indonesia. 

"Maka PNIB bergerak ke Jakarta, Yogyakarta, Jombang, Malang, Surabaya dan kota ataupun kabupaten lain di berbagai provinsi untuk menyebarkan spanduk, baliho dan mendeklarasikan penolakan aksi reuni gerakan 212," ucapnya.(*)

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021