Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyalurkan bantuan beras kepada ratusan pengemudi transportasi online yang juga jadi terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berharap perhatian kecil dari pemerintah ini bisa meringankan beban warga terdampak pandemi.

"Mohon jangan dilihat nominalnya. Mungkin bantuan ini tidak seberapa, namun kami berharap bantuan kecil dari pemerintah ini bisa sedikit meringankan beban para mitra pengemudi jasa transportasi online yang terdampak PPKM," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Selasa.

Menurut dia, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tentunya untuk menekan laju penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"PPKM Level 4 ini merupakan keputusan pemerintah untuk menahan laju penyebaran virus corona di Indonesia. Memang situasi ini sulit. Hampir tidak ada yang tidak terdampak, termasuk pendapatan dan belanja pemerintah juga turun," tutur Ipuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini menjelaskan 199 pengemudi ojek online tersebut berasal dari sejumlah komunitas ojol dan taksi online, di antaranya PDOB, lare online selatan (LOS), arek online selatan (AOS), planet commando, guyup rukun Banyuwangi, Gorilas, Alomagada, IDB, dan gandrung.

"Setelah diverifikasi oleh kami ada 199 pengemudi transportasi online yang terdaftar. Masing-masing menerima bantuan beras sebesar 10 kilogram," ujarnya.

Erik Mardiyanto, salah seorang pengemudi ojol mengaku penghasilannya berkurang drastis sejak PPKM diberlakukan.

"Turun 50 persen lebih, biasanya dapat Rp400 ribu per hari, sekarang bisa dapat Rp150 ribu saja sudah bersyukur. Itu pun belum dipotong BBM," katanya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021