Tim nasional Republik Ceko menembus babak perempat final Euro 2020 seusai menyingkirkan Belanda, yang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-55, dalam laga 16 besar yang berakhir dengan skor 2-0 di Stadion Puskas Arena, Budhapest, Hongaria, Minggu waktu setempat (Senin WIB).

Situasi 11 lawan 10 akibat kartu merah bek Belanda Matthijs de Ligt mampu dimanfaatkan Ceko yang meraih kemenangan lewat gol-gol Tomas Holes dan Patrik Schick, demikian catatan laman resmi UEFA.

Dengan hasil ini, Ceko sekali lagi mampu jadi kerikil dalam sepatu Belanda, kendati tim Oranye tiba di laga kali ini berstatus salah satu unggulan juara Euro 2020. Selanjutnya, Ceko akan menantang Denmark di babak perempat final.

Pertandingan babak pertama berlangsung relatif terbuka dengan kedua tim tanpa ragu melancarkan serangan, tetapi baik Belanda maupun Ceko gagal memecahkan kebuntuan hingga turun minum.

Belanda lebih banyak menciptakan peluang tetapi begitu jarang menemui sasaran, dengan kesempatan terbaik terjadi pada menit ke-13 ketika kiper Tomas Vaclik terpancing keluar dari sarangnya dan Ceko butuh aksi gemilang Tomas Kalas untuk mementahkan tembakan Denzel Dumfries.

Sebaliknya Ceko mungkin sudah memimpin pada menit ke-38 jika saja De Ligt tidak melakukan aksi gemilang untuk mengganggu tembakan Antonin Barak dalam situasi serangan balik yang berakhir melambung ke atas mistar gawang.

Pada menit ke-52, Donyell Malen membuang sia-sia peluang gemilang ketika mampu mengendalikan umpan dari Memphis Depay untuk melewati setidaknya dua bek Ceko. Sayangnya setelah memasuki kotak penalti, upayanya memperdaya Vaclik bisa dibaca oleh kiper Sevilla itu yang segera merebut bola ke dalam pelukannya.

Serangan balik dari situasi itu membuat barisan pertahanan Belanda kalang kabut dan De Ligt yang terjatuh dalam kontak dengan Schick terpaksa menghentikan laju bola dengan tangannya.

Wasit Sergei Karasev awalnya hanya menghadiahi kartu kuning untuk De Ligt, tetapi setelah mendapat masukan dari VAR dan meninjau langsung tayangan ulang di monitor tepi lapangan pengadil asal Rusia itu menaikkan hukumannya jadi kartu merah, memaksa Belanda melanjutkan laga hanya dengan 10 pemain sejak menit ke-55.

Situasi 11 lawan 10 membuat Ceko lebih agresif melancarkan serangan dan pada menit ke-64 Pavel Kaderabek menerima umpan silang di dalam kotak penalti, beruntung bagi Belanda Dumfries sukses melakukan halauan untuk menghadang bola tembakan bek TSG Hoffenheim tersebut.

Kerja keras Ceko memanfaatkan situasi yang timpang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68 untuk merebut keunggulan melalui gol Holes.

Berawal dari situasi tendangan bebas, Kalas mengirimkan umpan sundulan menyilang yang segera ditanduk oleh Holes demi menjebol gawang Belanda.

Tertinggal satu gol, Frank de Boer berusaha membangkitkan Belanda dengan menambah tenaga segar di lini depan, memasukkan Wout Weghorst menggantikan Marten de Roon, supaya mereka lebih lancar mengalirkan bola-bola udara.

Hanya saja, situasi 10 lawan 11 tetap menyulitkan Belanda dan meninggalkan lubang yang berusaha dimanfaatkan Tomas Soucek dengan tembakan jarak jauh pada menit ke-77, tapi kiper gaek Maarten Sketelenburg mampu mengamankan bola.

Tiga menit berselang, lubang di pertahanan Belanda semakin tampak saat mereka gagal menghentikan pergerakan Holes ke sisi kiri kotak penalti dan mengirimkan umpan tarik yang disambut sempurna oleh Schick untuk menggandakan keunggulan Ceko.

Belanda terus berusaha menciptakan momentum kebangkitan, tetapi dengan hanya 10 pemain mereka kesulitan melakukannya dan harus menelan kekalahan 0-2 dari Ceko saat peluit tanda laga usai berbunyi.

Sementara Ceko melangkah ke perempat final menghadapi Denmark, Belanda harus mendapati penampilan kembali mereka di babak utama turnamen bergengsi hanya berhenti di putaran 16 besar.

Pewarta: Gilang Galiartha

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021