Editor Detikcom di Surabaya, Suki (32), warga Bogor yang kos di Jalan Mangkunegoro, Wonokromo, menjadi korban begal saat hendak mencari makan sahur, Rabu dini hari.

"Rabu dini hari sekitar pukul 02.15 WIB saya keluar hendak cari sahur. Saya keluar kos naik motor," ujar Suki ditemui di Mapolsek Wonokromo Surabaya, Rabu.

Suki mengatakan saat berada di traffic light Jalan Diponegoro (dekat SPBU), ada dua orang berboncengan mendekatinya. Tiba-tiba saja mereka menuduh Suki telah menabrak mereka.

"Mereka menuduhkan sesuatu yang tidak saya lakukan. Sebelum lampu hijau menyala, mereka sempat mengemplang helm saya," kata Suki.

Suki pun spontan tancap gas setelah lampu hijau menyala. Suki tetap melihat mereka di belakang lewat spion. 

Ia menerobos traffic light berikutnya demi lepas dari kejaran mereka bahkan nyaris bertabrakan dengan kendaraan lain.

"Sampai pada satu titik saya memutuskan untuk mencari pertolongan. Saya masuk ke halaman Bank NISP di Jalan Ciliwung agar berharap mendapat pertolongan. Karena saya melihat ada seorang sekuriti yang tengah berjaga di halaman bank tersebut," kata Suki.

Namun, setelah memarkirkan motornya, tanpa basa-basi dua orang tersebut mengeroyok Suki. Mereka menghajar dan menendang sambil memaksanya mengakui apa yang tidak pernah Suki lakukan.

"Beberapa saat kemudian mereka merasa puas sudah membuat saya babak belur. Namun, mereka tetap menuduh saya telah menabrak mereka. Sehingga mereka memaksa saya membayar ganti rugi Rp200 ribu," cerita Suki. 

Namun, waktu itu, kata Suki, uang tunai di dompetnya tinggal Rp100 ribu. Tanpa berpikir panjang dia langsung menyerahkan uang tersebut dengan harapan mereka segera meninggalkannya

"Dalam pengeroyokan itu, sepintas saya melihat dua motor. Motor yang pertama berboncengan dua. Motor yang satu lagi seorang diri," katanya.

"Namun, menurut sekuriti bank, ada empat orang yang mengeroyok saya. Salah satu motor berboncengan tiga. Karena itu sekuriti tidak berani melerai atau memberikan pertolongan saat saya dikeroyok," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto membenarkan adanya dugaan pembegalan dan pengeroyokan terhadap Suki.
 
"Jadi, benar ada dugaan pengeroyokan editor Detikcom, mas Suki. Laporan baru diterima, ditindaklanjuti olah TKP. Motif juga masih kami dalami. Bukti-buktinya sementara laporan mas Suki visum dari rumah sakit," katanya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari bukti pendukung seperti rekaman CCTV.

"Korban mengaku didatangi dua pelaku ada yang menabrak si pelaku, kalau masalah itu masih kami dalami. Korban mengalami kekerasan fisik di daerah Wonokromo tepatnya di Jalan Ciliwung, dikeroyok di tangan dan sekitar wajah," ujarnya.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021