Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengundang para calon penyedia akomodasi (hotel) jamaah di Madinah untuk membahas persiapan haji, meski hingga saat ini belum ada kepastian dari otoritas Arab Saudi.

Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono mengatakan pertemuan dengan calon penyedia akomodasi haji itu sebagai persiapan jika sewaktu-waktu Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka keran haji.

"Agenda ini merupakan upaya untuk saling bertukar informasi seputar penyelenggaraan haji tahun 2021, dan mempermudah koordinasi apabila keputusan dari pemerintah Arab Saudi diumumkan, sehingga semua pihak dapat melakukan antisipasi dengan cepat dan baik," ujar Eko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Eko, pertemuan tersebut sekaligus tindak lanjut dari hasil negosiasi dengan calon penyedia layanan jamaah haji 1441 H/2020 M yang sempat terhenti akibat pandemi. Sebelas perwakilan calon penyedia akomodasi jamaah haji di Madinah hadir pada pertemuan itu.



Eko mengatakan hingga saat ini KJRI Jeddah belum mendapatkan pernyataan resmi apapun dari otoritas setempat soal pelaksanaan haji 2021. Kendati demikian, segala persiapan harus dilakukan secara matang dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan para calon penyedia jasa mengapresiasi langkah KJRI Jeddah mengundang diskusi dalam rangka persiapan pelaksanaan haji.

Dari informasi yang diterima Endang, kemungkinan penyelenggaraan haji akan dilaksanakan seperti penyelenggaraan umrah kala pandemi. Para jamaah haji yang telah sampai di hotel, akan dikarantina selama tiga hari, lalu dilakukan tes usap (swab test).

"Kalaupun ada pemberangkatan jamaah dari luar Saudi, para penyedia hotel menduga akan ada pembatasan karena terkait penerapan protokol kesehatan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi," ujar Endang.

Para penyedia akomodasi yang hadir dalam pertemuan ini belum ada yang memperoleh izin hotel (tasreh) untuk musim haji 1442 H/2021 M. Namun, mereka memastikan prosesnya akan mudah.

"Apalagi dengan adanya kebijakan enam inisiatif pendukung sektor haji dan umrah yang baru dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi," kata dia. (*)
 

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021