Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas membagikan Wifi gratis kepada para guru dan murid di sejumlah sekolah, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan terdampak pandemi COVID-19 di lima kabupaten/kota yaitu Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi.

"Ayo jangan patah semangat di tengah pandemi, fokuskan pikiranmu untuk menjadi orang yang produktif dan jangan biarkan dirimu menjadi orang yang tertinggal sibuk sendiri tanpa manfaat," kata Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakan Ibas secara virtual dalam acara "Program Nasional Partai Demokrat Penyerahan Bantuan WIFI Gratis" untuk sejumlah sekolah, ponpes, dan panti asuhan di Dapil 7 DPR RI Jawa Timur.

Ibas mengatakan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini banyak kendala yang dihadapi oleh para guru dan siswa serta orang tua murid.

Menurut dia, kegiatan belajar mengajar menjadi terhambat, walaupun saat ini sedang diterapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yaitu para guru dan siswa tidak dapat bertatap muka secara langsung, sehingga proses pembelajaran tidak dapat terserap dengan baik.

Dia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar tidak pernah patah semangat.

"Belajar tidak kenal tempat, belajar bisa di mana saja, karena harapan itu akan selalu ada, jika yakin dan percaya. Setuju ya," ujarnya.

Ia mengharapkan para guru, tenaga pengajar, pengasuh, dan orang tua untuk terus sabar dan berikhtiar jangan sampai lelah mendidik anak dengan berbagai kondisi yang tidak mudah ini.

Ibas berharap bantuan WIFI gratis tersebut dapat membantu meringankan beban para guru, murid, dan orang tua dalam PJJ.

Dia pun berjanji akan terus memperjuangkan dunia pendidikan agar lebih maju, bermutu, berkualitas, dan lebih sejahtera termasuk mendorong pemerintah agar terus membantu para siswa dan guru.

"Saya tidak Lelah untuk mengingatkan agar jalankan protokol kesehatan untuk diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita. Hormati orang tuamu, hormati gurumu, rajin belajar dan beribadah karena jika anak bangsa cerdas, maka bangsa Indonesia pun lebih berkualitas," ujarnya. (*)

Pewarta: Imam Budilaksono

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020