Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun menyalurkan bantuan pangan berupa beras bagi para santri di sejumlah pondok pesantren, salah satunya adalah Ponpes Subulun Najjah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

"Distribusi beras untuk santri merupakan bukti nyata kami (ACT) agar para santri tetap tercukupi terutama masalah pangan saat belajar, mengingat pangan merupakan yang sangat krusial dan mendasar untuk menjalani aktivitas sehari-hari," ujar Kepala Cabang ACT Madiun Wahyu SP di Madiun, Jumat.

Bantuan pangan beras tersebut disalurkan dalam rangka dukungan ACT Madiun terhadap keberlangsungan kegiatan pondok pesantren selama pandemi COVID-19. Tujuannya, untuk membantu para santri mendapatkan pendidikan dan pangan lebih baik.

Selain itu, penyaluran beras itu juga dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2020 yang mengusung tema "Santri Sehat, Indonesia Kuat". Melalui peringatan Hari Santri, pemerintah menilai bahwa para santri dianggap berpengaruh dalam membangun masa depan negara, mengingat jumlah pondok pesantren dan santri yang tersebar di seluruh Indonesia sangat banyak.

Ia melihat beberapa pondok pesantren di wilayah eks-Keresidenan Madiun masih mengalami kesulitan terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan pangan. Karena itu, ACT berusaha hadir untuk memberikan bantuan.

Pemimpin Pondok Pesantren Subulun Najjah Magetan Nyai Khosiyatul Wafiroh bersyukur atas bantuan beras yang disalurkan oleh ACT Madiun.

Di pondok tersebut, para santri hidup dengan ikhlas dan sederhana. Meski demikian, mereka memiliki semangat tinggi untuk belajar agama, pengembangan diri, dan kerajinan tangan.

Bantuan pangan yang disalurkan ke pondok pesantren tersebut merupakan himpunan donasi dari para donatur di ACT.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020