Sebanyak 11 santri asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, telah dilakukan tes cepat (rapid test) oleh Dinas Kesehatan kabupaten Banyuwangi, dan hasilnya semua menunjukkan non-reaktif.

"Ke-11 santri telah tiba di Banyuwangi dan ada di beberapa kecamatan. Tim kami telah melakukan tes cepat (rapid test) semuanya non-reaktif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono di Banyuwangi, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa santri yang pulang dari Ponpes Temboro, Magetan, itu menjalani tes cepat COVID-19 karena di tempatnya menempuh pendidikan telah dideteksi sebagai klaster penyebaran virus corona oleh Pemprov Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim dokter yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, para santri asal Banyuwangi tidak menunjukkan gejala klinis demam, batuk, dan sesak napas.

"Meski hasil tes cepat non-reaktif dan semua santri itu tidak menunjukkan gejala klinis apapun setelah kami lakukan pemeriksaan kesehatan sesuai protokol. Kami tetap instruksikan untuk isolasi mandiri dengan pemantauan dari puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi itu.

Katanya, dari 11 orang santri tersebut telah didata sebagai orang dengan risiko atau ODR, dan telah diberi pengertian ke seluruh keluarga untuk tetap ketat menjalankan isolasi.

"Kami juga terangkan, isolasi harus di dalam kamar. Tidak boleh seenaknya berkumpul dengan keluarga yang lain. Demi kebaikan bersama. Alhamdulillah, keluarga bisa menerima dan akan menjalankan dengan pemantauan puskesmas," tuturnya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020