Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memastikan kematian pedagang sapi di warung kopi di Pasar Hewan Sumberkolak, Sabtu siang, karena serangan jantung.

"Penanganannya tetap sesuai SOP COVID-19, mayat dibawa ke ruang jenazah RSUD Abdoer Rahem serta dilakukan visum luar, dan dipastikan meninggal dunia karena serangan jantung," kata Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Situbondo, Abu Bakar Abdi di Situbondo, Sabtu sore.

Ia menjelaskan, Suhartono (28) warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, setelah diketahui meninggal dunia di warung kopi pasar hewan, langsung dibawa ke rumah sakit dan dilakukan visum luar oleh tim forensik.

Hasil visumnya,  pedagang sapi tersebut meninggal dunia akibat serangan jantung.

Pada Sabtu siang, Suhartono diketahui meninggal dunia secara mendadak di sebuah warung kopi di kawasan pasar hewan. Kematian pria ini mengundang perhatian masyarakat.

Pemilik warung kopi di Pasar Hewan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Ibu Vina mengatakan pedagang sapi itu tiba-tiba mendadak meninggal dunia di dalam warung miliknya, sesaat setelah mengeluh pusing.

"Dia (korban) masuk ke warung saya setelah dari dalam pasar. Ia menumpang duduk dan tidur-tiduran serta mengeluh pusing. Tidak lama kemudian, sekitar 30 menit dibangunkan temannya sudah meninggal dunia," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Panarukan, Iptu Pol Sudpendi mengemukakan, setelah memperoleh informasi dari masyarakat mengenai meninggalnya pedagang sapi itu, langsung menuju lokasi kejadian dan memasang garis polisi.

"Sesuai SOP penanganan COVID-19, kami langsung memasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat ke TKP," ujarnya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020