Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memuji situs budaya yang berisi ribuan patung penari gandrung, yakni Taman Gandrung Terakota yang terletak di kaki Gunung Ijen Banyuwangi, Jawa Timur.

Kang Emil (sapaan akrabnya) bersama keluarga menghabiskan libur akhir tahun di Bayuwangi, usai mendaki Gunung Ijen untuk melihat api biru Kawa Ijen. Ia juga mengunjungi Taman Gandrung Terakota.

"Tempatnya keren, dirancang sangat profesional. Ditambah lagi suasana pegunungan yang sangat mendukung," kata Kang Emil saat berkunjung ke Taman Gandrung Terakota Banyuwangi, Kamis.

Gubernur Jawa Barat ini menyusuri Taman Gandrung Terakota yang terinspirasi dari Terracotta Warrior and Horses di Tiongkok, yang dibangun pada masa Kaisar Qin Shi Huang (259-210 SM).

Bersama keluarga, Kang Emil turun ke persawahan dan bahkan hingga ke bibir aliran kolam yang juga terdapat jejeran patung penari gandrung.

"Sebuah taman luar biasa. Ada patung gandrung yang khas dan bertebaran di persawahan, pelataran dan kolam air. Apalagi di sini ada fasilitas sanggar seni, galeri, kafe cokelat dan kopi, lLengkap dan asyik," ujarnya.

Mantan Wali Kota Bandung itu juga menikmati berbagai karya seni di Galeri Jiwa Jawa yang berada di kompleks itu. Di sana terdapat seni patung, fotografi, wayang, hingga instalasi seni.

"Ternyata di kaki Gunung Ijen ada galeri seni luar biasa. Galeri ini memberikan keunikan yang semakin menguatkan kekhasan Banyuwangi," kata Kang Emil.

Menurut Ridwan Kamil, Taman Gandrung Terakota merupakan hasil sinergi yang baik antara Pak Sigit Pramono sebagai pemilik Taman Gandrung Terakota, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan para pelaku seni yang menghasilkan keindahan alam dan budaya Indonesia.

"Semangat terus, semoga menginspairasi daerah-daerah lainnya," ujarnya.

Taman Gandrung Terakota merupakam situs budaya berisi ribuan penari gandrung di lahan sawah di kaki Gunung Ijen yang merupakan kawasan taman bumi nasional.

Saat ini proses menuju seribu penari sedang dirampungkan, dan taman itu berada di kawasan Jiwa Jawa Resort dan situs untuk merawat dan meruwat Tari Gandrung, salah satu identitas kebudayaan Banyuwangi.

Situs budaya ini terhampar di puluhan hektare lahan persawahan yang dibiarkan tetap alami, berdampingan dengan aktivitas petani membajak sawah dengan kerbau, menanam dan memanen padi. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019